Tuesday, May 30, 2006

Bersatu Kita Teguh...

Hanya ucapan salut dan terima kasih untuk 2 rekan belajarku di Caulfied: Om Rutacs dan Pakdhe Kalas. Atas determinasi dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi tekanan perkuliahan semester pertama Monash yang tidak kenal belas kasihan. Atas kekompakan dan saling mengisi dalam mengerjakan setiap jengkal alinea assignments. Atas pengorbanan kalian untuk tetap terjaga hingga pagi dengan meninggalkan keluarga tercinta kedinginan di rumah (kita juga kedinginana sih...:p).
Untuk perdebatan hangat, konstruktif tapi tetap dengan kepala dingin. Untuk semua kesabaran yang kalian punya dikala sifat anak mudaku yang tak mau kalah, egois dan emosional muncul. Untuk waktu yang kalian bagi untuk sekedar mendengarkan betapa lelah bertahan dalam deras badai ini dan mengingatkan bahwa perjalanan penuh liku ini kelak akan berbuah manis. Untuk kesatuan pandangan tentang tujuan kita di kampus ini. Juga untuk rendang daging dan ayam pedas di-kala malam-malam yang melelahkan. Juga untuk makan siang bersama dengan menu NASI UDUK sebagai penutup session assignments di semester ini, Perfect!! I couldn't ask for more!
Mulai besok, nilai2 kita akan segera keluar. Tapi itu semua menjadi tidak penting, karena menurutku yang terpenting adalah proses dalam mencapainya bukan hasil. Sampai ketemu di Semester depan, semoga kita bisa menjadi lebih baik....Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Kawin LAGI....
7/8 Tattenham St Caulfield East...saat tubuh mulai terserang demam.

Saturday, May 27, 2006

Pita Hitam untuk Yogya

Hari ini pagi pukul 10, seperti biasa aku bergegas siap2 untuk latihan sepakbola. Tidak ada perasaan aneh atau apa. Selesai main sepakbola sekitar pukul 14.00, saat aku sedang bertelfon ria dengan istri, muncul sms dari sahabat di yogya yang memberi kabar bahwa ada gempa dahsyat di Yogya pagi ini pukul 05.55 WIB (thanks for the sms Rud..). Sontak aku kaget, karena kota ini sudah begitu lekat dengan perjalanan karierku selama ini, selain tentu jagi masih banyak sanak keluarga dan rekan2 yang tinggal di-sana. Jujur saja, secara relatif, Yogya memang tidak memiliki sejarah panjang terhadap bencana alam seperti banjir, gempa bumi atau tanah longsor, kecuali memang ancaman laten Gunung Merapi.
---
Langsung saja aku menjelajah berita via internet yang ternyata memang efek gempa tersebut begitu dahsyat, terparah adalah di-daerah Bantul dan sekitaran Parangtritis. Sampai Sabtu pukul 18.00 Melbourne, sekitar 1300 orang diperkirakan jadi korban gempa berkekuatan 6,2 SR (USGS, Amerika). Padahal, Yogya baru saja menurunkan kesiagaan-nya menjadi 'awas' berkaitan dengan gunung merapi. Keluarga2ku di Yogya aku telfon dan yang bikin panik, ternyata telefonnya tidak ada yang nyambung. Aku baru sadar, mungkin sedang blankspot. Aku coba sms, ternyata dibales dan syukur Alhamdulillah, keluargaku di sana, semua selamat dan baik2 saja.
---
Semua yang terjadi tentunya ada hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik. Seperti kata kang Ebiet G. Ade, '...mungkin Alam mulai muak, dengan segala tingkah dan dosa-dosa kita'. Mungkin ini juga 'teguran' kepada warga Yogya atas perilaku mereka selama ini atau bisa jadi tanda 'sayang' Sang Maha Kuasa pada warga kota Gudeg.
Apapun itu, doaku selalu buat Yogya tercinta. Kota di-mana intelektualitas dan semangat bertahan hidup-ku ditempa. Semoga semua korban yang luka, bisa segera sembuh, sementara bagi keluarga yang ditinggalkan oleh para korban meninggal, selalu tabah dalam menghadapi cobaan ini.
---
=Dari pria kecil yang selalu merindukan hangat kota Yogya=

Friday, May 26, 2006

Kembali...

Halo semua! yang di sini yang di sana yang jauh yang dekat, pokoke semuanya deh...!
Setelah "bertarung sengit" selama kurang lebih 4 minggu, akhirnya badai assignments berhasil dilalui. Tinggal tersisa satu presentasi lagi hari Rabu depan, tapi at least weekend ini aku bisa sedikit terbebas dari beban tugas-tugas yang menumpuk, heheh.
Terlepas dari nilai/hasil dari tugas-tugas tersebut, aku merasa cukup puas dengan kerja keras, kerja sama dan diskusi akademik yang dituangkan dalam assignments2 tersebut. Kendala utama memang bahasa, tapi hal tersebut jadi tantangan tersendiri tentunya. Kendala kedua adalah perbedaan ide. 70% assignments ku tuh adalah group assignments dan karena banyak kepala, banyak juga ide dan usulan, perbedaan kadang sering terungkap. Hal tersebut terkadang membuat waktu pengerjaan semakin molor, walaupun memang diskusi akademik seperti itulah yang dibutuhkan oleh kami. Overall, aku puas dengan pengalaman baru ini. Sedikit beristirahat boleh, tapi jangan lupa, tantangan kedua sudah membentang...EXAM!! Dan untuk itu, aku akan mengasah lebih tajam pedang2ku...Let's kick their ass!

Monday, May 15, 2006

DUEL

Angin derasmu menciutkan nyali,
Suhu rendahmu membekukan dinding tubuh,
Bahasamu,
Caramu,
Sistem-mu,
Keangkuhan takhta sucimu,
Kesepian ini,
Keterasingan ini,
Kemandirian tak berujung,
Dualisme isi kepala,
Rapuh jiwa ini,
Sakit yang menerpa tubuh,
Kerinduan yang mencekam,
Ketidakberdayaan ini,
Kelelahan,
Penantian,
Kebimbangan,
Sang waktu yang pongah,

TAK AKAN,

membuatku terhempas,
membungkam mulutku,
membelenggu tanganku
mengingkat kakiku,
meratapi jiwa meronta,
bertahan berdiam diri,
tenggelam dalam kepasrahan,
patah berkeping,
hancur berderai,

Karena DUEL ini,

bukan hanya untukku,
bukan untuk hari ini,
bukan hanya satu kali,
Demi satu RUANG kelak. Demi untuk yang TERPILIH.

*Tetap bertahan Menunggu Pagi
**........Victory belongs to the most persevering.” (Napoleon Bonaparte, 1769 - 1821)

Sunday, May 14, 2006

Pokoknya Sheila...

Biarpun jadwalnya keluar albumnya diundur, tapi tembang2 SO7 udah bisa didengar di radio-radio lohh. Hehe, semoga keren...dan bagi yang punya MP3-nya, jangan lupa berbuat amal dengan mengirimnya via email ke aku.
----
507; Sheila 0n 7 Coba Lepas Dari Titik Kritis
----
MEMANG, SHEILA on 7 [S07] sedang "kalah pamor" dengan band-band baru yang bermunculan dan menelorkan hits. Memang, S07 juga sedang dirundung masalah, dengan keluarnya Sakti, gitaris, yang memilih mendalamai agama. Memang S07 juga dianggap "hanya" mengais-ais sisa kesuksesan. Benarkah? Tampaknya tudingan-tudingan itu masih harus dibuktikan. Keraguan yang yang mengatakan S07 sudah "habis" masih harus diperdebatkan lagi. Apalagi kalau kamu menyimak album terbaru band asal Jogjakarta ini yang diberi titel simpel "507". TEMBANG.com yang sudah mendengar lagu-lagu yang ada, melihat ada kecenderungan band ini kembali pada kesederhanaan lirik dan musikalitas yang tidak "neko-neko" lagi. Wajar saja sebenarnya. Band yang kini diawaki Eross Chandra [gitar], Adam Subarkah [bass], Brian [drum, personil baru] dan Duta [vokal], sudah menginjak 10 tahun berkarir di pentas musik Indonesia. Kalau sekarang mereka merilis album baru, itu bagian dari eksistensi dari sekumpulan anak Jogja yang sudah menelorkan banyak hits ini. Album ini terdengar lebih "personal" dan matang secara penjiwaan. Single pertamanya Mantan Kekasih bisa membuat kamu nangis-nangis kalau menyimak liriknya yang dibuat Eross. Lagu yang penulis sebut "hymne-pop" ini terdengar menyayat tapi gampang dihapal dan langsung kena. Penggarapan yang lebih santai, membuat album ini terdengar lebih fresh dengan muatan bobot yang berkualitas. Beberapa lagu penting mendapat catatan. Selain single pertama, lagu Pemenang juga menjadi penting lantaran masuk dalam theme song Piala Dunia 2006. Kemudian lagu Radio. Pernah mendengar S07 membuat lirik dan musik yang nge-dance? Di lagu ini, kamu bisa mendapatkannya. Sakti, personil yang memilih keluar, masih sempat menyumbangkan karyanya di lagu Cahaya Terang. Lagu ini bertutur soal pengalaman batin Sakti setelah memutuskan untuk mendalami agama. Jadi, kinilah saatnya Sheila on 7 memberi pembuktian, tudingan-tudingan yang mulai meremahkan itu salah. Toh karya mereka sebenarnya sudah jadi bukti. Bagaimana?

Sunday, April 30, 2006

Tak Hanya Teman...

Hidup kita memang tiada arti tanpa keberadaan sahabat dan rekan-rekan terdekat. Sepanjang waktu, perjalanan kita akan selalu diwarnai oleh tawa, canda, tangis dan ceria mereka. Teman memang datang dengan silih berganti, begitu pula dengan cerita di-sekelilingnya. Tapi terkadang selalu ada sekelompok teman yang tidak dapat lepas dari genggam erat lingkar persahabatan. Kedekatan dengan mereka terkadang melintasi batas2 ruang waktu dan perbedaan. Aku pernah cerita tentang sahabat-sahabatku di-waktu kuliah bukan? plus cerita heroik mereka kala datang ke acara pernikahanku.
Sekarang, aku ingin bercerita tentang persahabatan "suku terasing" di Melbourne, alias rekan2ku sesama penerima beasiswa (APS 6weeker's).
--------
Adalah hasil IELTS test yang menyatukan kami di dalam kelas yang sama di IALF Jakarta. Kami menempati kelas APS6W1 (6 weeks untuk masa persiapan sebelum berangkat ke Aussie). Beragam cerita dari segala perbedaan yang kami miliki. Kurang lebih setengah dari isi kelas tersebut ternyata memilih Melbourne sebagai kota tempat menimba ilmu, tersebar di 3 universitas: Melbourne, Monash dan La Trobe
---------
Kiz, pria sederhana dari Serambi Mekah. Dengan segala keluguan, kebersahajaan dan semangat pantang menyerah, ia menjemput impian penuh harapan. Kuliah di La Trobe dan membidik Master of Education.
Mike, pria berbobot dari Ibukota. Agak sedikit manja, mungkin karena dia termuda di antara kami. Seorang penghamba Tuhan sejati, jago main drum dan ambil Master of Human Resource di Monash.
Aping, cw lugu dan lucu dari Pontianak. Cuek, suka jalan2 dan gemar melemparkan komentar yang tak terduga dan bikin kita terpingkal2. Ambil Master of Applied Commerce di Melbourne.
Uni Di, ibu dua anak yang kelihatan seperti masih berumur 27 tahunan karena posturnya yang mini. Asli Minang...bergaya keibuan, orang yang paling kita andalkan buat memasak, ambil Master of Education di Monash.
Tante Yan, dokter lulusan UI-yang pindah jalur jadi pekerja sosial, pulang pergi Jakarta-Pontianak demi sang suami. Berbadan sehat, senang jalan2...senang ngemil dan gemar lihat gosip/TV. Temen chatting paling ancurr...karena biasa saling bertukar ejekan dengaku. Ambil Master of Publich Health di Monash.
Mbak Debz, asli Batak...biarpun udah blas ilang gaya Batak-nya. Si serbabisa, segala tahu dan punya banyak database informasi terbaru. Sarjana HI, Master Ilmu Politik dan sekarang sedang berkutat dengan terorisme. Senang jalan2, malas makan nasi, cw independen, heboh kalo lihat konser2 kebudayaan, pecinta keluarga dan jadi mbak yang paling baik ama aku (biarpun kadang2 kalo keluar galaknya, bikin ngeri, heheh) Sibuk ambil Master Politik di Monash.
Ucil, paling senior tapi paling kecil badannya, dosen yang cukup disegani di Atmajaya Jogja. Paling tahu segala hal soal Australia, concern ama yang kecil2, blak2an dan terbuka, independen abiss, sayang sakit di perutnya sering gak bisa diajak kompromi. Ambil PhD di komunikasi. Dia paling jauh dari kita2 karena tinggal di Countryside.
-----------
Hari ini aku dan Kiz merayakan hari ulang tahun kami yang jatuh di 7 dan 23 April yang lalu. Jauh dari keluarga memang, tapi bukan berarti kami sepi tanpa siapa2. Adalah Uni Di yang dengan bahagia menyediakan rumahnya untuk acara syukuran ulang tahun aku dan Kiz. Tak mau kalah, dengan semangat berapi, Tante Yan, langsung meng-arrange menu dan acara. Tak mau ketinggalan Ucil pun "turun gunung" dari Gippsland untuk bergabung dengan kami di kota. Mbak Debz, yang ditengah tekanan dateline essay 9000 kata, pada awalnya menyatakan absen dari acara. Tapi bukan Mbak-ku kalo dia dia gak datang!! Dengan penuh semangat dia tanya mau dibikinkan apa di-acara tersebut. Dan gak heran kalo pas hari ini dia jadi orang yang paling sibuk: pecel, somay, bakwan goreng, perkedel jagung, mpek2 dan TEKWAN...dibikinin khusus buat aku dan Kiz. Hasilnya? bakwan dan perkedel jagung aku lalap habis sementara Tekwan-nya aku bawa kabur pulang, hehhe. Sementara Aping tegar menempuh perjalan 1 jam lebih dari City demi ke Clayton dan Michael rela menyeret2 tubuh beratnya menyusuri jalanan basah demi ngumpul dengan kita2. Semuanya datang dan tampil memeriahkan acara kami, termasuk Mike dan Aping serta keluarga Uni Di (Suami, Agung, Dedek dan Daud).
------
After all, semuanya happy...karena kita berbagi cerita dan ceria. Kenyang...karena Pizza Jessy-nya enak bangett...plus dengan makanan sumbangan Mbak Debz, Tante Yan, Ucil, Uni Di dan yang lainnya. Kita tetap kompak selalu, karena kita sama2 "lost in Melbourne". Satu ungkapan Kiz yang bikin terharu: "Ini untuk pertama kalinya ulang tahunku dirayakan...". Kalo aja Kiz berkenan dengan acara sederhana ini. Tak kalah pentingnya semoga persahabatan ini dapat kita bina untuk seterusnya. Terima Kasih...kalian membuat hari2 nan berat ini menjadi ringan dan indah. Hangat peluk untuk semua kebaikan kalian.
-----
Antara Clayton-Caulfield 07.30 - 9.03 pm
AaG
* Foto diatas bukan foto acara ulang tahun Kis dan Aku hari ini, melainkan acara gathering kami yang pertama 19 Februari 2006. Dari kiri (Aku, Uni Di, Aping, Kis, Ucil, Debz, Mike dan Tante Yan).

Thursday, April 20, 2006

Cerita Rindu

Aku rindu untuk sekedar bercerita indahnya bunga mengembang kala musim gugur tiba
Aku rindu hanya untuk bertutur indahnya Yarra kala sore memeluk kota
Atau sekedar katakan padanya bahwa kerianganku tak berarti tanpa dirinya
Ingin kuungkap malam-malam sepiku yang tanpa keriuhan suaranya

Tahukah engkau wahai langit?
bahwa langkah2 kaki semakin gontai jika aku harus mengarungi mimpi tanpa ia disampingku?
Angin kota, bisakah kau ceritakan tentang perjuangnku di sini?
Bintang malam, bisakah kaubagi senyumku untuk lirih sepinya di sana?
Embun dingin, bisakah kau bawa pesan untuknya, agar ia terus bertahan dalam kerasnya badai?
Semburat mentari senja, mampukah kau sampaikan hangat pelukku untuknya?

Derai-derai keterpisahan ini mungkin tak segera berakhir, tapi bukan berarti akan selamanya.
Demi sebuah kisah yang akan tertulis indah,
Demi jejak-jejak langkah yang selalu dikenang rapi,
biarlah cerita rindu ini kita simpan bersama...hingga kelak tiba waktu untuk bersua.

*Diadaptasi dari "Lagu Rindu"-Kerispatih*
Caulfield, 11:06

Tuesday, April 18, 2006

Arab? Bangali? Indian? Chinese?*($*#@*)(

Kadang kala agak repot bagi kita kalo punya wajah yang mewakili cukup banyak etnik di seluruh dunia. Macam-macam aja orang nebak asalnya dari mana. Kalo tebakannya betul sih, gak papa, tapi kalo tebakannya salah dan ternyata jauh panggang dari api...nah itu yang repot...:p. Aku pernah dikira berasal dari Arab. Ceritanya dimulai pas waktu aku melewati jalan di Clayton di mana ada beberapa anak2 ABG gaul Aussie lagi main skateboard dan sepeda BMX. Dengan gaya sok Afro America, mereka menyapaku...
ABG Gaul: Hi, Dude...how are you doing?
Aku: Fine man... (gak kalah gaul-nya)..thank you...
ABG: Want to go to school?
Aku: Yeap...
ABG: Nice...where are you come from? Middle east? Arab?
Aku: Nope, I am from Ivory Coast...(yg ini boong-an)..
------------------------
Pengalaman selanjutnya pas waktu acara makan-makan mahasiswa baru kampus Caulfield. Waktu itu kebetulan penyedia kateringnya adalah restoran India, gak heran kalo pelayannya banyak dari negeri Bollywood itu. Saat aku ngantri mau ambil martabak telor, si penjaga meja menyapaku untuk sekedar berbasa-basi,
Bollywood: Are you Bangali?? (dengan kepala yang gerak-gerak...)
Aku: No, I am not..I am from Vietnam (biar mampus tambah bingung tuh orang...).
------------------------
Cerita berlanjut pas aku lagi nunggu trem 03 ke Caulfield Park untuk bermain sepakbola. Karena waktu itu hari Sabtu, jeda antara trem yang satu ke trem yang lain lumayan lama. Saat aku menunggu datanglah seorang bule gemblung setengah teler menyapaku.
Bule gemblung: Hi mate, waiting for the trem?
Aku: Yeah...I've been waiting for 15 minutes though.
Bule gemblung: Yups, coz this Saturday. Anyway, are you a student? Monash?
Aku: Yups. in Caulfield Campus
Bule gemblung: Ok. My name is Ted..I came from Greece, you know Greece? Are you from Indian? ...
*Abis basa-basi gitu dia minta uang $2 buat beli rokok katanya. Tapi point-nya dia nyangka aku dari India...dasar gemblung.
-----------------------
Ternyata2 tebak2an tentang darimana negara asalku tidak berhenti di situ saja. 3 hari yang lalu, seorang mahasiswa (baru)-pria dan berasal dari Cina kayaknya, memintaku untuk mengambil fotonya dekat papan bertuliskan Monash University. Karena mood lagi baik, aku dengan senang hati mengambil fotonya. Jeprat-jepret sana sini, eh si Dodol tiba-tiba nyeletuk...are you from CHINA?? wekss...secara dari warna kulit udah jauh gitu loch. Langsung aja Aku nyengir kuda ke dia..:p
Gak berhenti sampai di situ, kemarin, waktu aku tutoring akuntansi, si mahasiswa nanya aku berasal dari negara mana. Belum sempat aku menjawab, langsung aja dia nebak, are you from China? Cantonese? Hongkong? or other parts?...wekss..langsung aja gua bilang, kalo gua dari Ngindonesia Raya, negeri dengan 13,000 pulau dan tetangganya Australia...punya pemandangan yang indah sampai dijuluki jamrud khatulistiwa, etc..etc..etc..hehehee.
Berkaca dari tebak-tebakan ngawur itu,sekarang aku jadi sering lihat2 kaca, dan bertanya...bagian mana dari wajahku yang mirip orang China? atau karena aksen English-ku? Haiya..owe olang Ngindonesia ngasli plibumi dali Jawa...bukan anaknya Baba Liong...
Anybody can help me to explain this?

Wednesday, April 12, 2006

G for George...

Hari ini full...
Berangkat jam 10 pagi, pulang dari kampus jam 9 malam. 11 jam nongkrong di kampus!!. Mulai dari kuliah pagi, ngerjain group assignments, research, ampe kuliah lagi sore-nya. Ampunn deh...
Untung ada kopi $1.5 en bekal makan siang, yang membantu otak-ku tetap fokus dan mata tetap awas...oyeahh...
***
Kuliah Advanced Investment sore ini pastinya bikin aku pusing kalo gak mau dibilang bikin stress. Ini udah minggu ke-7, tapi kok masih belum ngerti2 juga yah? Anyway, hari ini dosen untuk mata kuliah ini bakal di-hand over. Dari awalnya memang udah dikasih tahu bahwa 6 minggu pertama di-pegang oleh Dr. Natalie Oh dan minggu sisanya dipegang oleh Dr. George Wong. Tapi yang gak dikasih tahu adalah, bahwa yang namanya Dr. George Wong itu masih "anak-anak"...seriuss...masih "bayi" malahan...!!!
***
Dengan gaya rambut 100% mirip Vic Zhou-nya F-4 (jadi inget Meteor Garden di zaman jaya), baju lengan panjang bergaya junkies plus kerah-nya yang agak tinggi, celana dasar bermodel semi cut-brai, dengan aksen English yang Aussie banget (biarpun in fact dari Hong Kong-kata dia)...plus senyum manis yang menawan, he just sooooo...cute!! (wekkss..jangan kasih tahu istri gua yahh...:p). Jelaslah dalam sekejap, kelasku yang 55% berisi kaum hawa itu..kontan jatuh cinta padanya. Belum lagi cara dia ngasih hand-out buat anak2 yang datang telat...langsung dikasih ke tempat duduknya boww...busett...bener2 baikk. Terus ada lagi yang lucu...ada sekitar 4 teman sekelasku yang udah kerja di perusaan sekuritas, jadi kalo ke kelas tuh pake jas dan dasi...datang telat pulak...begitu di-depan, kayaknya lebih pantas mereka deh daripada si George...:p
***
Sok atuh, gimana dengan cara ngajarnya? Wuihh..ternyata gak kalah ama Dr. Natalie Oh. Alias keren abiss...jelas, padat, singkat, gampang di-mengerti, membuka diri buat pertanyaan2 dan gak segan-segan kasih penjelasan buat sesuatu yang mendasar. G for George!...yang menurutku, maksimal baru berusia sekitar 30 tahun-an, tapi udah bergelar Doktor dan mengajar di Monash, tepatnya Faculty of Buseco yang terkenal amat kompetitif...salutt...bener2 salutt...
***
Duhh..jadi kepikiran dia terus....maksudnya...style dan gaya dia ngajar..hehehhe. Weleh2...jangan langsung menuduh saya hombreng yahh...saya hanya bersyukur saja...lagi2 saya mendapatkan model untuk saya tiru (minimal gaya rambutnya...). Saya berdoa paling tidak kehebatannya dalam membagi ilmu, kejeniusannya di usia muda, bisa saya tiru kelak...
Satu harapan terakhir...kalo saja saya bisa lulus di mata kuliah ini..jadi saya tidak memaki2 Dr. George di akhir kuliah, hehehhe.
***

Tuesday, April 11, 2006

Atas Nama Kebangsaan...


Kontroversi tentang pengelolaan Blok Cepu begitu menghangat beberapa waktu lalu. Ada 2 kutub pendapat dalam perdebatan tersebut. Satu kutub, menyerahkan pengelolaan blok Cepu kepada Exxon, perusahaan minyak dari Angmerika atas nama efisiensi, produktivitas dan keuntungan yang lebih besar. Panglima dari pendapat ini adalah Pemerintah RI sendiri. Kutub yang kedua berisi penolakan atas Exxon/perusahaan minyak asing yang ingin mengelola blok Cepu. Menurut mereka dengan kandungan minyak yang luar biasa besar, akan lebih baik jika blok tersebut dikelola oleh Pertamina saja, sekaligus membangun perusahaan minyak negara itu menjadi perusahaan yang kuat. Isunya jelas nasionalisme dan kemandirian. Pionir dari kutub kedua ini adalah Kwik Kian Gie dan para aktivis2 anti kebijakan pro-barat. Nah, berikut ini ada sebuah puisi MENYENTUH HATI tentang blok Cepu yang aku dapat dari sebuah milis. Membaca puisi ini membikin jiwa kebangsaanku nelangsa...walaupun harus diakui bahwa tulisan Rizal M begitu argumentatif. Sayang aku belum punya waktu untuk mengikuti kasus ini. Nah, kalo jiwa kebangsaanku meringis saat membaca puisi ini, bagaimana dengan Anda?
------------------------------------------------------------------------------------------------ -------
Puisi di bawah adalah "interferensi dan interupsi" untuk "keindahan
argumen Rizal" dalam membungkus "peluh rakyat".
==========================================================
Blok Cepu, Mission Accomplished
Oleh Rizal Mallarangeng
Kesepakatan Blok Cepu adalah sebuah prestasi tersendiri dalam sejarah
perminyakan Indonesia. Seharusnya kita merayakan keberhasilan itu dan
kemudian memikirkan bagaimana potensi penghasilan tambahan yang
cukup besar bagi negara dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi
kesejahteraan rakyat. Selengkapnya bisa dilihat di http://mediacare.blogspot.com/2006/03/rizal-mallarangeng-blok-cepu-mission.html
..........
===========================================================
Selamat datang imperialisme baru
mari-mari duduk dan makanlah di negeri kami
akan kami sediakan budak-budak dari bangsa kami
akan kami sediakan tanah-tanah kami
akan kami sediakan air kami

bila masih belum cukup minumlah darah dan keringat rakyat kami yang kurus kerontang
bila belum cukup minumlah air susu ibu kami hingga berupa darah

kenyangkan perut tuan
kenyangkan perut tuan
dan mari menari di atas tubuh kerontang ibunda kami

Tak usah khawatir dengan suara berisik rakyat kami
sebab hanya sedekah sesuap nasi mereka diam
Jangan khawatir dengan suara keras para demonstran
karena dengan sedekah recehan mereka diam
sambil memasang topeng

Tak usah bingung dengan suara berisik LSM
sebab dengan demokrasi mulut mereka bisa disumpal
sebab dengan recehan dana donor mereka teriak demokrasi yang sama
seperti yang tuan mau

Mari tuan jangan bimbang
Senayan tidak bakal menggoyahkan kita
Sebab mereka adalah para tikus senayan
Menggertak supaya mendapat uang lebih banyak
Undang mereka bersantap bersama kita
maka semua akan mudah diatur kalau perlu mereka akan sibuk menggelar
sidang-sidang yang memuluskan perjalanan tuan

Ahh tuan jangan ambil pusing dengan aktivis
Sebab mereka lebih pandai bertengkar
Dan enggan bersalaman bersama kawannya
Mereka lebih sibuk bertengkar ketimbang mengurus kita...ha..ha

Mari tuan kenyangkan perut tuan
Menarilah di atas bangkai ibu kami

poetry timoer

Friday, April 07, 2006

Birthday SENDIRI

Selamat ulang tahun!! Udah 26 tahun! UDAH TUA...jelas kalo dibanding ama Cesc Fabregas, jendral baru lapangan tengah Arsenal yang baru berumur 18 tahun. MASIH KINCLONG...kalo dibandingkan ama usia ibu Pertiwi yang bakalan menginjak 61, Agustus nanti.
Intinya? Usia itu relatif...ngaku tua tapi masih muda itu namanya sok dewasa, sementara ngaku muda tapi udah tua itu namanya gak tahu diri. Hehe, becanda..maksudku usia itu bukan masalah tua atau muda, tapi masalahnya apa yang kamu lakukan di-sepanjang usia itu? banyakan nabung untuk akhirat apa banyakan nabung untuk dunia? banyakan untuk pribadi atau untuk masyarakat? banyakan manfaatnya atau mudharat-nya? dan banyak lagi.
***
Kembali ke tema, BIRTHDAY sendiri. Iya, kalo biasanya ulang tahun ditemani mantan pacar, dikasih ucapan, kue ampe makan bareng, ya maaf, sekarang sih doi gak ada, lagi jauh. Birthday sendiri...karena biasanya pasti sahabat2 pada inget untuk sekedar kirim sms/telfon untuk berbagi doa dan ucapan, ya maaf, kalo sekarang sih udah jarang, karena no-telfon-ku juga ganti...(tapi ada juga yang tahu nomor telfon-ku, tapi lupa kalo aku ulang tahun, hahha..). Birthday sendiri, karena teman2 di-sini juga lagi sibuk ama kuliah, assignments dan atau jalan-jalan. Birthday sendiri, karena cuaca buruk Melbourne membuat ketahanan tubuhku sedikit menurun, jadi gak bisa menikmati indahnya hari.
***
Seburuk itu-kah Birthday-ku?
Enggak lah..sama sekali enggak. Gak ada yang lebih meriah selain Birthday-ku kali ini bersamaan dengan PELUNCURAN MAJALAH PLAYBOY INDONESIA...hayo? gimana seru kan?
Kalo membalik ingatan setahun yang lalu, jelas lompatan waktu 1 tahun ke-depan ini sangatlah aku syukuri. Bayangkan, setahu lalu bahkan aku hanya merayakan ulang tahun tanpa status apa-apa, alias jobless. Iya, karena waktu itu aku baru selesai liburan panjang usai tugas di-UNDP. Tapi, masih teringat di-benakku saaat sang mantan pacar memberi kartu ulang tahun bergambar kura-kura berjuang menerjang ombak. Tulisannya, Happy High Tiding...yang kemudian menginsipirasiku untuk sampai di-titik ini. Sebuah perjalanan yang sangat indah...
Terakhir,
Nasi Lemah (atau lemak??) dari Cafe Malaya di-sudut kampus plus beef-curry-nya made me feel good!....gak ada nasi UDUK..nasi LEMAH pun jadi..NYAM..NYAM!!
Met ulang tahun Mr. Gatoso...catatan hari ini akan kita tengok setahun ke-depan.

507

Udah lama gak dengar berita anak2 Sheila, berikut info2nya yang aku dapet dari www.sheilasonic.com...^_^
1) Sakti keluar dari S07, katanya mau memperdalam ilmu agama di Pakistan (jangan lupa sekalian belajar merakit bom juga, heheh)
2) Duta 2 hari lalu jadi komentator sepakbola di TV7 waktu ada acara Perang Bintang Liga Indonesia. Nih bocah memang lumayan main bolanya. Dulu pernah lihat dia main bola di zaman PORDies UGM.
3) S07 bakal bikin lagu buat Piala Dunia 2006 nanti, judulnya "Sang Pemenang"...hmmm..gimana yah lagunya??...kalo aja gak garing kayak theme song Padi zaman Piala Dunia 2002.
4) SI DODOL2 INI MAU NGELUARIN ALBUM BARU BERTAJUK "507" YANG BAKALAN DI-RILIS 6 MEI NANTI BERTEPATAN DENGAN 10 TAHUN-nya S07!!
Anybody willing to send the album for me?
5) TEUTEUPP.....S07 RULZ! Oyeahhh!!

Monday, April 03, 2006

Menunggu Pagi (2)

Selesai presentasi Sabtu kemarin, Senin ini kembali aku masuk kuliah Financial Reporting Analysis. Maless..capek aja gitu. Setelah presentasi, sekarang harus masuk kuliah yang sama, belum lagi materi kuliahnya yang soal AASB (Australian Accounting Standard Board) Pronuncements, bikin males bangett...Tapi gak disangka2...ternyata ada yang spesial siang ini.
Mr. Borg, dosenku, saat break 15 menit kuliah, memanggilku dan mengajak aku ngobrol di luar Building H, tepat di-tengah terpaan angin dingin khas Melbourne.
-------
Sambil mengisap rokoknya, Mr. Borg bilang bahwa dia mau kasih pujian buat presentasiku kemarin. Walaupun presentasi kelompok, tapi dia bilang cara presentasiku bagus, penuh percaya diri dan mampu menjelaskan kasus yang ada dengan baik. Dia bilang, kalo itu presentasi individual, dia bakal kasih aku 5 out of 5! Dia juga bilang, kalo aku tertarik, dia bisa kasih aku case2 study yang menantang dan seru buat dibahas. Terus dia juga menawariku buat sit-in di kelas dia semester depan-CPA Advanced Financial Accounting (aku gak bisa ambil kuliah itu, karena aku buka Australian CPA member). Di akhir pembicaraan dia bilang bahwa, jangan sampai aku buang uang, waktu dan tenaga untuk sesuatu yang kosong...hmm...
--------
Gak kebayang banget, kalo dia menaruh perhatian banget sama presentasiku kemarin. Bayangin..ini semester pertamaku, BAHKAN, presentasi pertama-ku sepanjang semester ini..., in ENGLISH pulak...pliss deh..benar2 gak nyangka aja. Tapi Alhamdulillah, pujian dia membuat kepercayaan diriku tumbuh kembali...at least, aku bisa menunjukkan bahwa anak bangsa yang dituduh pelanggar HAM tanah Papua, juga punya bakat..:p. Yang jelas, aku gak bakalan terlena dengan pujian sesaat..kerja keras adalah jawabnya. So..tampaknya aku akan selalu terus TERJAGA....MENUNGGU PAGI...

Saturday, April 01, 2006

Menunggu Pagi

Apa yang terjadi, dengan hatiku...kumasih di sini..menunggu pagi
Seakan letih tak menggangguku, kumasih terjaga...menunggu pagi
Entah kapan malam berhenti
Teman.........aku masih menunggu pagi
---------------------
Tema lagu baru untuk seorang lelaki kecil yang sedang mengarungi mimpi. Mengarungi malam dingin dan pagi yang sendu sambil berkutat dengan paper, journal dan text book. Besok kami harus presentasi. Cukup banyak dialektika dan diskusi yang muncul demi sebuah 15 menit presentasi dan 1500 kata laporan tertulis. Maklum, yang satu staf auditor internal Republik, yang satu staf pengawas Pasar Modal negeri dan satu lagi staf bank yang paling berkuasa layaknya dewa.
Tapi kedewasaan dan kematangan pengetahuan telah membimbing kami ke dalam paragraf-paragraf dan potongan-potongan slide presentasi nan elegan.
--------------------
"Well done guys. It was reasonably good presentation. And probably you're the best presenter today. I give you 4 out of 5. Keep it up. And see you in the next presentation about case 21"
--------------------
We did it!! Saatnya pulang...masak...istirahat sebentar. Untuk kemudian mempersiapkan diri menunggu pagi (lagi).
-------------------
Caulfied dalam balutan suhu 12 derajat.

Doa Untuk Resya

Gatot, Eta udah diBW.hasil cek darah lekositnya udh nrml.konsul dr anak ama dr anesti udh oke,tinggal dr bedahnya aja blm ngabarin.doain eta trs br lancar ya om.
Sender:
Okie Mbak Sent 1-Apr-2006 15:18:33
----------------
Semoga Resya bisa dioperasi dengan lancar, demi menghilangkan rasa sakit yang kerap menderanya. Penggalan doa akan selalu Om panjatkan untukmu. Tak usah dipikirkan nilai peluh yang Om kirim buat Resya..Om ikhlas..semuanya demi kesembuhanmu. Om hanya ingin lihat senyum bahagiamu yang selalu menyambut setiap saat Om menengok rumah tua kita. Satu pesan lagi, kalo udah sembuh..jangan cengeng, makan yang banyak dan selalu-lah berdamai dengan Om Gilang dan Om Yoga.
Peluk Rindu dari Jauh..
----------------

Thursday, March 30, 2006

Dinamika Dinamis

Seorang teman menulis seperti ini:
............."Aku kira dengan menikah, melanjutkan kuliah S-2, mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan, maka aku akan dapat menyelesaikan sebagian masalahku. Tapi ternyata tidak, selalu ada masalah-masalah baru yang menyelimuti lingkup keseharianku.........".
---------------------------------
Komentar yang sangat menyentuh sekaligus mencerahkan. Mengingatkan aku (juga teman-teman yang lain), bahwa hidup itu memang sebuah rangkaian dinamika masalah yang datang silih berganti. Masalah dalam hidup jelas bukan untuk dihindari, makanya aku menggunakan kata "dinamika' dalam menyikapi masalah. Jadi layaknya nahkoda kapa laut yang mengarungi samudera, deru ombak dan terpaan badai adalah fenomena keseharian biasa baginya dan bukan menjadi suatu masalah. Sudah selayaknya pula kita memandang masalah sebagai suatu alur yang dinamis, selalu bergerak dan bisa dilewati. Dengan demikian, kita akan selalu optimis dan bijak dalam menghadapi beragam masalah hidup.
Yah seperti kata Dr. Poon dosenku saat berkomentar soal "dynamic assets allocation", yaitu sebagai suatu proses untuk memaksimalkan return dan memperkecil risiko dengan cara melakukan monitoring investasi secara aktif dan terukur.
Jadi...teruslah bersikap dinamis dalam menghadapi dinamika masalah. Nah udah akh... saatnya aku baca buku lagi. Salam Dinamika Dinamis!

Tuesday, March 28, 2006

Manis di Bibir...

Hari ini aku dapat email dari Graduate School of Business (GSB) Monash. Aku pikir email2 informasi biasa tapi ternyata email tersebut berisi tentang permohonan izin penggunaan comments yang aku tulis di survei GSB pada saat Induction program beberapa waktu yang lalu.
Dari email tersebut ada beberapa kesimpulan yang aku dapat (morale of the story):
1) Yang namanya intelectual property sangat dihormati di dunia akademik negara kangguru ini. Bahkan untuk sekedar penggunaan comments (yang kalo dilihat secara structure & grammatical-nya pun masih banyak kekurangan), mereka rela menyisihkan waktu untuk kirim email dan meminta izin dari sang empunya. So, plagiarism is not allowed!
2) Meminjam judul lagu grup band Malaysia "Exist", tulisanku di Survey tersebut benar2 "Manis di Bibir"...karena sesungguhnya ada beberapa hal tentang kampus yang aku masih ngak puas.
3) Introduction programme di GSB/Monash (baca masa OSPEK/Orientasi) dikemas dalam rangkaian yang menarik, meriah, sarat ilmu dan customer oriented. Bahkan di sesi tersebut, kami mahasiswa GSB Monash mendapat souvenir berupa tas, USB berlogo Monash GSB, Name Tag Monash GSB dan Q-Manual (panduan akademik Fakultas Ekonomi Monash, tentang masalah standar belajar, essay, quality review, grading etc).
4) Semoga kelak jika terlibat di sebuah institusi pendidikan aku bisa belajar tentang bagaimana mengelola pendidikan secara profesional.
5) Tambahin sendiri...^_^
Oh ya berikut emailnya (aku copy paste dari email Monash-ku, tanpa ada editing...)
---------------------------------------------------------------------
Subject:
Graduate Induction Program Survey
Date:
Tue, 28 Mar 2006 12:43:11 +1100
From:
GSB
To:
gsoe3@student.......
Dear Gatot,
Firstly can I thank you for the time taken to fill out the survey, I was wondering if it would be possible to use some of your comments for the GSB website?
One of the question was: "Are there any other comments you wish to make about the program?"
You reply was:
"Keep it up the good spirit, arrangements and the food! The response of
the GSB staff was excellent. When I informed them that I changed the
session time, they promptly response and allocated me to the other
session schedule. Good service!!"
Please could you reply back if you agree that we can use this comment.
If you do agree please can I get some background information about yourself? For example what made you study at Monash?, what's you current work status?
Regards,
--
Mr Ashley Thomas
Graduate Administrative Assistant
Graduate School of Business
Faculty of Business and Economics
Monash University
Caulfield Campus
-------------------------------------------------------------------------------

Sunday, March 26, 2006

Hanya Titipan..

Seorang teman di-milis menulis email yang menguggah relung hati-ku, emailnya sbb:
----------------------------------------------------------------
.....................Dulu cita-cita saya pengin menjadi guru di SMA, namun ternyata untuk mendapatkan kesempatan wiyatabhakti saya susah karena tak punya koneksi. Tak apalah yang terpenting sekarang masih menjadi guru yang digaji negara hitung-hitung beramal untuk mencerdaskan anak bangsa. Biar susah asal berkah. Ah.... apa yang kita punya sekarang ini cuma titipan kok kenapa juga pada silau sih? Kalau tiba2 apa yang kita punya (jabatan, rumah, istri, anak, dan embel-embel lain) diambil Allah SWT bagaimana?
-----------------------------------------------------------------
Seorang teman bertanya padaku di sebuah kesempatan chatting, Udah punya apa Tot? si A, B dan C udah punya X, Y dan Z tuhh..(hitungan materi tertentu). Dengan agak kaget aku jawab dengan sepenuh hati:..."aku belum (kalo tidak mau dibilang 'tidak') punya apa-apa kok, tapi Insya Allah aku punya ilmu yang kelak bisa aku bagi..". Hidup memang butuh materi, tapi itu bukan alasan untuk kemudian hidup demi hal tersebut. Seperti biasa, aku hanya mengikuti jalan hidup dan perjalanan hati. In my opinion, life is a journey not a race...therefore, the one of important thing in life is the process not the result/outcome. Seperti kata temanku di milis tersebut, apa yang susah payah kita kejar siang dan malam, banting tulang dan mati-matian diperjuangkan..tokh hanya titipan saja. Kelak kemudian hari semua akan berpulang kepada Allah, Dzat yang Maha Memiliki semuanya.
Jadi kalo kebetulan kita sedang susah, yah dianggap ujian saja...gak papa kalo kita susah, yang penting berkah...lebih bagus kalo kita kaya dan juga berkah memang, tapi kalo belum bisa mencapainya lebih baik yang pertama aja dulu. Ya udah, gitu aja...cuma pengin cerita itu aja...sekarang aku mau pulang, saatnya untuk menikmati a journey of life...lihat pertandingan sepakbola di TV...:p

Friday, March 24, 2006

You"ll Never Walk Alone*

Jangan takut berjalan sendirian
Ada aku turut menuntun jalan
Saat hatimu diserang kesepian
Aku Datang..........................
Redam badai lakukan dengan tenang
Hujan ini akan engkau kalahkan
Kalo hatimu percaya padaku
Aku Datang...........................
When you walk through a storm, Hold your head up high
And don't be afraid of the dark, At the end of the storm is a golden sky.
And the sweet silver song of a lark.
Walk on through the wind,Walk on through the rain,Tho' your dreams be tossed and blown,
Walk on, walk on, with hope in your heart,And you'll never walk alone.
You'll never walk alone
Walk on, walk on, with hope in your heart, And you'll never walk alone.
You'll never walk alone
* Untuk Pejuang Kecilku...yang akan segera menyeberangi lautan menjemput asa yang baru. Keberanian dan perjuangmu akan selalu menyisakan inspirasi bagiku untuk tidak pernah menyerah dalam keterasingan dan keterpisahan ini. Buat aku bangga dengan segala pencapaianmu, buktikan bahwa bangsa kita juga mampu bersaing di-level yang tinggi. Engkau tidak akan pernah berjalan sendirian..itu kata Elvis Presley dan juga para fans Liverpool. Elvis melegenda dan Liverpool mendunia...because they dare to believe on their dream! Selamat jalan dan selamat berjuang....
** Thanks for Elvis and Jikustik for the fabulous lyrics.

Tuesday, March 21, 2006

Keren Aja Lagi.. (Lihat Commonwealth Games)

Sabtu kemarin (18/03/06) merupakan hari yang padat. Pagi jam 10 sudah aku lewati dengan bermain sepakbola ria di lapangan Caulfield Park. Latihan setiap hari sabtu ini sudah menjadi rutinitas yang aku lakukan setiap sabtu pagi. Selain menyalurkan kembali hobi yang sempat hilang, olahraga penting juga kan buat kesehatan?. Tapi Sabtu kemarin jadi hari yang agak kelabu buatku, karena setelah 1 jam latihan, kaki kanan-ku sedikit terkilir. Akibatnya harus menarik diri dari pertandingan lebih cepat dan untuk kesekian kali, jalan dengan terpincang-pincang.
---------------
Jam 14.00 setelah selesai latihan dan makan, sms dari Dr. Yanti nongol di handphone. 'Tot, cepetan ke Flagstaff Garden, udah ditunggu temen2..'. Memang sabtu siang itu, anak2 APS 6 weekers di Melbourne udah janjian buat ketemu dalam rangka merayakan ulang tahun Dr. Yanti dan Mike yang jatuh di bulan Maret ini. Acaranya adalah BBQ bareng di Flagstaff garden di City. Di sana selain taman, juga banyak tempat duduk bagi keluarga, arena bermain anak-anak dan yang paling penting, alat panggang untuk BBQ kita. Iya, alat panggangnya udah disediakan di sana, kita tinggal bersihkan saja, alat-nya memakai tenaga listrik gitu.
--------------
Pukul 16.00 aku masih menunggu trem City Cirlcle di La Trobe street, setelah turun dari train City Loop di Melbourne central station. Minta ampunn!! rame-nya city..! kayaknya gak serame ini deh biasanya...astaga, aku baru inget...kan lagi ada Commenwealth games..aha..sekalian lihat2 akh nanti..seolah2 jadi turis gitu, heheeh. Trem City Circle ini trem gratis...trem-nya juga tua bangett..beda dengan trem-trem yang lainnya. Tujuannya memang untuk para turis, trem ini mengitari City sekaligus melewati tempat-tempat wisata/tourist attraction di sekitar city. Dan gampang ditebakk....trem-nya penuh bangett. Dengan kaki agak2 pincang karena masih terkilir, plus tas penuh dengan makanan sumbangan (juice dan chips) aku berdesak-desakan deh di trem, persis kalo naik busway di waktu padet..hehhehe.
----------------
16.20 nyampe di Flagstaff garden. FYI yah, aku cuma dikasih direction turun di Melbourne Central station, sisanya..cuma mengandalkan peta Melbourne seharga $2. Heheh, benar2 bisa diandalkan ternyata peta dan kemampuanku membacanya..;) PD aja lagi...:p. Ketemu dengan teman2 APS deh...ternyata bakar-bakaran-nya baru dimulai. Ya udah..akhirnya kita mulai bakar-bakar dan makan. Lezatt banget..karena yang mbumbuin dagingnya temennya Dr. Yanti yang jago masak. Bener-bener kebayar deh perjuangan menuju ke situ dengan lezatnya daging BBQ kita. hehehhe.
-----------------
Acara beres jam 19.00 (masih terang tuh..). Karena tiket transport udah untuk seharian penuh, tanggung kalo gak jalan2 di City. Akhirnya kita berpencar. Ada temen yang pergi ke Pengajian Brunswick punya anak2 Unimelb, ada yang pulang ke rumah, ada yang mau ke cafe etc..etc. Aku memilih untuk jalan2 ke Yarra menikmati suasana Commgames. Lucky me, temenku si Kismullah, mau menemaniku ke sana. Akhirnya kita berangkat deh ke sekitaran Yarra River.
------------------
Rame! aku memutuskan untuk jalan dari La Trobe St. menyusuri Swanston St sampai dengan Flinders St, dengan kaki terpincang2. Heheh..bukannya apa-apa, atmosfer-nya terlalu seru buat dilewatkan. Orang2 berlalu lalang dengan pernak-pernik Comm games, termasuk banyak turis dari berbagai negara datang buat lihat Comm.games. Suasananya hangat dan akrab deh. Sampai di perempatan Flinders St. banner2 besar Commgames telah menyambutku, langsung kita bergegas menuju Fed Square. Dan bisa ketebak, di sana orang-orang udah berkumpul dengan heboh di bawah giant screen yang menayangkan LIVE pertandingan2 Commgames. Seru bangett..sekitar 15 menit, aku dan Kis ikutan nongkron di sana, melihat trio perenang cw Aussie merebut emas di 100 meter gaya bebas. Seru banget sambutan penonton, gak kebayang nanti gimana kalo Piala Dunia, ahahha....di Fed Square bakalan rame tuh pasti.
-------------------
Kis mengajak aku buat lihat2 dan foto2 di sepanjang Yarra river. Benar saja, di sana memang sedang dipamerkan ikan-ikan buatan yang mewakili negara-negara peserta Commgames. Wuih, lampu2nya keren gitu. Dan ditepi sungai ada penjelasan tentang nama negara, jenis ikan dan sekilas tentang negara tersebut. Temanku Kismullah bilang, kalo tepat jam 20.10 ada pertunjukan 'Illuminated Fish Performer". Pantesan aja, banyak orang di sepanjang Yarra banks. Akhirnya aku ama Kis memilih menunggu pertunjukan. Dan ternyata?? KEREN ABISS...idenya keren bangett...jadi ikan2 tadi disorot lampu2 plus ada air mancur yang keluar dari ikan-ikan tersebut. Untuk jelasnya lihat foto2 ku juga bisa, hehehhe.
---------------------
Setelah lihat"Commgames fish" kita mampir sebentar ke arena "Sydney Myer Festival". Itu salah satu pelengkap Commgames, jadi kayak festival musik gitu deh. Lokasinya dekat dari Yarra banks. Rame banget yang lihat dan waktu itu performers-nya dari Africa kayaknya. Lumayan keren juga sih. Tapi kakiku udah sakit banget, akhirnya aku memutuskan untuk segera pulang. Sekalian pulang, kita masih sempat lihat2 pertunjukan sirkus di Alexandria Garden. Heboh...jadi berkesan bahwa Commgames ini memang buat siapa saja, bukan semata-mata acara selebarasi olah raga. Salut deh.
---------------------
Pukul 21.30. Aku bergegas masuk ke Flinders St. station yang juga masih ramai dengan hiruk pikuk orang-orang. Aku pulang naik Franskton lines menuju Caulfield. Hmm..Sabtu yang bercampur-campur rasanya. Ada kaki terkilir, ada padatnya transport, ada makan2 daging BBQ lezat, ada pertunjukan "Illuminated fish" dan kehebohan Commgames. Udah akh..saatnya menjemput selimut tebalku. Sampai jumpa minggu depan di City. Semoga aku sempat lihat penutupan Commgames-nya.
--------------------

Monday, March 20, 2006

Bertahan di Sini: Mencari Tempat Singgah di Australia

Berangkat dari pertanyaan beberapa sahabat-sahabat yang akan segera menyusul menuntut ilmu ke negeri kangguru maka muncullah seri tulisan "Bertahan di Sini". Edisi pertama dari serangkaian cerita untuk sekedar bertahan hidup di negeri orang. Semoga membantu sesama pejuang bangsa yang akan mencari ilmu di tanah bangsa Aborigin ini.
---------------------------------------------------------------------------------Mencari tempat singgah di Aussie, gak beda dengan mencari tempat tinggal di Indonesia. Gampang-gampang susah, susah-susah gampang. Balik lagi, semuanya pasti jodoh-jodohan. Terlepas dari itu semua, berikut beberapa hal tentang tempat tinggal di Australia khususnya Melbourne bagi mahasiswa.

Tipe tempat tinggal
Secara umum tipe tempat tinggal bagi mahasiswa dibagi 2:
- On campus accommodation
- Off campus accommodation.
Tipe yang pertama merupakan akomodasi yang dikelola oleh Universitas dan berlokasi dekat atau malah di dalam kampus yang bersangkutan. Secara umum ada keuntungan tinggal di tipe akomodasi ini, antara lain: relatif dekat dengan kampus dan memiliki nuansa kehidupan multinasional karena kita tinggal dengan mahasiswa dari beragam bangsa. Kerugiannya antara lain, harga sewa relatif cukup mahal, aturan sangat ketat dan perbedaan budaya antarmahasiswa terkadang bisa menjadi hambatan. Biaya yang dikenakan meliputi: biaya sewa dan amenities fee. Billing sudah termasuk di dalamnya dan tentu saja makan tidak ditanggung.
Tipe yang kedua merupakan tipe akomodasi yang umum. Tipe ini meliputi:
1) Homestay; kita tinggal bareng keluarga Australia dan membayar biaya-biaya tertentu.
2) Hostels; hampir sama dengan on campus accommodation, bedanya hostels ini dimiliki oleh swasta bukan oleh universitas.
3) Private rental accommodation; biasanya terbagi atas shared houses, studio, shared flat dan shared apartment. Shared houses, seperti kost-kostan di Indonesia gitu tipe-nya. Ada 1 rumah yang terdiri dari beberapa kamar, kemudian kamar itu disewakan. Fasilitas lainnya dipakai bersama-sama. Studio: all in one. Kamar, dapur, kamar mandi dan toilet dalam 1 ruangan, jadi tidak ada yang di-share dengan orang lain. Shared flat dan shared apartment, hampir sama, hanya saja shared flat lebih murah dan lebih kecil space-nya dibandingkan dengan shared apartement.

Biaya-biaya
Selain biaya sewa, ada biaya-biaya lainnya juga yang mesti diperhitungkan antara lain: biaya listrik, air dan gas. Ketiga biaya tadi tidak dibayar per-bulan, seperti di Indonesia melainkan dibayar setiap tiga bulan sekali. Jadi dalam mencari akomodasi di Australia, patut dilihat juga apakah biaya sewa yang ditawarkan sudah termasuk bill atau tidak (shared bills). Satu tips lagi yang tidak kalah pentingya adalah, tips dalam menghitung biaya sewa per-bulan. Biasanya akomodasi di Aussie menawarkan sistem perhitungan per-minggu dengan pembayaran per-bulan. Logikanya dalam 1 bulan ada 4 minggu, berarti biaya per-bulan adalah 4 x biaya sewa per minggu. Tapi ternyata perhitungannya tidak seperti itu, melainkan dengan cara biaya sewa per minggu di-setahunkan untuk kemudian dibagi dengan 12. Ilustrasinya sebagai berikut: Biaya sewa 1 minggu 135 dollar. Ini berarti biaya sewa sebulan adalah: 135 dollar x 52 minggu = 7,020 dibagi dengan 12 bulan = 585 dollar. Bukannya 135 dollar x 4 minggu = 540 dollar.

Furnished/Unfurnished
Hal yang penting untuk diketahui lagi adala “isi” dari akomodasi kita. Istilahnya fully furnished-jika semua perlengkapan tinggal sudah ada dan unfurnished alias masih kosongan. Implikasinya jelas ada. Kalo menempati yang unfurnished, artinya kita harus cari-cari barang untuk isi tempat tinggal kita. Dan gak lupa, saat kita lulus nanti, kita juga harus meninggalkan akomodasi dalam keadaan kosong, alias barang-barang kita juga harus kita jual. Karena Melbourne adalah kota pelajar, gak sulit kok mencari2 barang-barang untuk mengisi akomodasi tersebut terutama barang-barang yang second hand. Harganya terjangkau dan baik kondisinya. Untuk yang kuliah di Monash, ada fasilitas Monash Market Place di intranet Monash. Itu tempat para mahasiswa bertransaksi, mulai alat-alat rumah tangga, handphone, kompter, printer, buku, sampai dengan mobil!! Heheh. Selain itu jangan juga remehkan garage sale! Wah, itu banyak banget barang-barang bagus dijual dengan harg sangat murah. Jadi jangan khawatir, kalo mau teliti dan jeli, uang bisa dihemat dan dapat barang-barang bagus.

Tips lain-lain
- Jika anda tidak akan mengendarai mobil, pastikan bahwa tempat tinggal anda dekat dari kampus. Jika tidak dekat dari kampus, pastikan bahwa tempat tinggal anda dekat dengan jalur transportasi publik (trem, bus atau train). Yang paling ideal adalah dekat dengan train station. Karena train bisa beroperasi sampai dengan pukul 02.00 pagi.
- Selain dekat dengan kampus, pastikan juga bahwa tempat tinggal anda dekat dari pusat perbelanjaan (asia). Atau paling tidak dekat dengan jalur transportasi menuju pusat perbelanjaan tersebut. Di Australia tidak ada warung tegal (warteg), warung sayur-mayur (adanya milk-bar, hanya menjual kebutuhan kering-keringan saja). Jadi penting untuk dekat dengan pusat perbelanjaan, karena minimal seminggu sekali anda harus berbelanja untuk memasak. Kecuali anda tidak mau masak dan tinggal beli di restoran.
- Ada akomodasi yang mensyaratkan bond (uang jaminan) sebesar 1 bulan sewa. Pada akhir kontrak sewa, bond tersebut akan dikembalikan. Utuh atau tidaknya tergantung dari perawatan anda terhadap properti yang anda sewa. Jika kurang lebih sama kondisinya dengan saat anda pertama kali sewa, maka bond akan dikembalikan penuh.

Sepertinya itu dulu edisi Bertahan di Sini: Mencari Tempat Singgah. Jika ada pertanyaan silahkan kirim email ke: markv_bommel@yahoo.co.uk
Selamat berjuang!
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Thursday, March 16, 2006

Live in Imperfection

Cauflield Campus
Building H Room B32
--------------
Mr. Borg: "Students, please compare Woolworths's liquidity to Cole's.."
Students: We got it Sir, but we couldn't go into much detail on the analysis since we don't have Woolworhts's account receivables and inventories figures.
Mr. Borg: Well, sometimes you have to live in imperfection.......
---------------
Imperfection is a noun came from adjective imperfect, which means "incomplete".
---------------
Penggalan kata2 dari dosenku di atas, terus menari-nari di benakku, hingga aku pulang ke-flatku. Ada benarnya juga memang, terkadang dalam hidup, kita harus terbiasa dalam keadaan yang tidak lengkap..tidak seperti biasanya..tidak ideal..atau dengan kata lain, di luar comfort zone kita. Tidak terbiasa berpikir keras bukan berarti kemudian menjadi malas belajar, tidak terbiasa bangun pagi bukan berarti terus bangun siang, tidak bisa bukan berarti mustahil serta mulai berpikir nanti bagaimana bukan bagaimana nanti.
Selain itu terbiasa live in imperfection akan menempa kita menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan matang..tidak cengeng, tidak lemah apalagi gampang menyerah.
Sekarang saatnya untuk membuka lembar demi lembar text book "Investment Valuation" dan lalu berkata...AKU PASTI BISA...

Saturday, March 11, 2006

IRALOVA (Kau Selalu Ada..)

Iralova apa kabar kau di sana?
Aku harap engkau tak pernah lelah dalam menantiku berkelana
Membaca tulisan-ceritamu membuat benakku segera merindumu
Iralova, aku memang belum segera pulang, tapi aku ingin kau tetap menungguku dengan senyuman itu
Sabarlah dalam doamu, hingga sang waktu mempertemukan kita kembali.

Iralova, masih banyak yang masih harus kucari, demi bahagiakan hidupmu nanti……….
Masih terbentang asa yang engkau kejar pula, demi cerahkan hidup indah ini….
Aku tahu kisah ini terasa berat di pundakmu, karena keterpisahan ini pun terasa sesak di dadaku. Tapi aku yakin engkau tidak akan pernah meratapinya.
Dingin dan teriknya dunia ini akan terasa ringan bila kita terus tersenyum dan bersama-sama menghadapinya, itu nyanyian yang selalu engkau suarakan kan?

Iralova, sepenuh hatiku,
seandainya bila aku bisa memilih, jelas aku memilih untuk terus bersama kehangatan genggaman tanganmu.
Derai-derai lirih rindu ini terkadang membuat kita berat dalam menapaki hari, tapi aku tahu kita pasti bisa bertahan.
Kisah hidup insan di dunia memang tidak akan pernah sama, seperti halnya beragam takdir manusia satu sama lain. Tak kan pernah menyesal!

Tak kuasa melukisnya dalam untaian kata-kata, izinkan aku untuk meminjam lirik puitis sebuah tembang ini:

Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu..
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu…
Karena hati telah letih…

Aku ingin menjadi sesuatu yang selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati..
Bayangmu seakan-akan………
Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu.
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada…

Iralova, terus berdoa untuk-ku...juga untuk kita
Jangan pernah berhenti untuk bersyukur atas semua keindahan dunia yang telah kita rasakan
Kelak jika semuanya telah terlewati, kita akan bersama-sama mengenangnya dalam sebuah kecerahan senyuman..

Did You Know?

  • Orang Australia paling gemar mempersingkat suatu kata dalam bahasanya menjadi suatu kata yang lebih enak didengar . Berikut beberapa contohnya: Aussie untuk Australia, Brickie untuk Bricking (Pekerjaan bangunan), Britty untuk British, Barby untuk Barbecue, Mozzy untuk Mosquitos, Donnie untuk Doughnut (US: Donut) dan Footie untuk Football (Australian Football bukan Soccer!).
  • Omong-omong soal istilah Soccer, di seluruh dunia, hanya tiga negara yang menyebut sepakbola dengan sebutan soccer (bukan football) yaitu: Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat!!
  • Masih menyangkut Footie, orang Australia ada kemiripan dengan orang Inggris. Footie dianggap agama oleh mereka. Bahkan dengan bangga mereka mengklaim "Australian Rules Football", yang tentu saja menjadi ejekan bagi negara-negara lain, karena tidak ada kamusnya Australia unggul dalam sepakbola (soccer). Tapi tentu saja yang dimaksudkan oleh orang Australia, istilah itu adalah untuk Footie or Australian Football. Dasarr....
  • Dan gara-gara Australia untuk kedua kalinya dalam sejarah lolos ke Piala Dunia Jerman 2006 (sebelumnya di Piala Dunia 1974), maka siaran sepakbola Piala Dunia akhirnya disiarkan juga di televisi Australia, tepatnya di channel SBS, yang notabene rating-nya paling rendah di antara stasiun televisi yang lainnya.

Friday, March 03, 2006

A DEBUTANT's STORY








A week of an-academic life has just gone. But more weeks are still waiting. I am pushing my luck and effort to the limit. Absolutely no space for giving up nor walk over. This is not only for me..not only for my dignity..but this if also for my countrymen as well as for my nation's better life.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Financial reporting and statement analysis
This is the only subject that related to my accounting background. It will discuss about financial reporting analysis as well as the current trend of accounting environment. This course is absolutely interesting, especially with a broad discussion on several companies financial reporting issues in which some of are related to certain breach on accounting practice. I got 2 presentations-regarded to the companies financial reporting issues and 1 project as well as 1 examination at the end of the course. My major project is preparing an analysis report on "Village Roadshow Ltd" an ASX company which controls entertainment and media business in Australia. On top of that, I also have a thorough evaluation and recommendation upon the company performance.
Funds Management
This is subject is a core subject for Master of Applied Finance & Master of Banking. However, I could choose it as my elective subject. This course will talk about the role of a fund manager in order to optimise his/her investor return. In addition, it will talk about the portfolio management as well as financial engineering process. This course required 1 presentation and 1 report for a designated study case and an examination at the end of the course. The lecture, Dr. Kok Fai Phoon is a well known financial advisor who also helped PT Indosat Tbk when it was privatised in early 2000.
Advance Investment
Another tough, demanding yet challenging subject. This lecture is usually taken by students at the last semester..^_^ but guess what? I took it in my first semester! Basically this subject will discuss various technique of investment valuation for any financial assets. We will have 5-6 laboratory class where we will apply some technical investment calculation..hmm..sound very challenging isn't it? In this course, I have to prepare 1 presentation and 1 analysis report, stock report for sure and examination at the end of the course. For analysis report purposes, I got an ASX company: "Australian Parmacheuticals Industrt Ltd". In that report, I should compose a "business style" stock report, including the recommendation to buy or sell! Surely, with in depth analysis and strong investment calculation..;)
Well, let see..after finishing this subject, I can make a stock report on a JSX company or not..;)
Financial Market and Long Term Funding
This one is the boring one. Its quite a seminar style rather than a practical style. This course will be talking about the financial market institution: domestic, foreign and global as well as the alternative for long term funding such as bonds and hedge funds. This is the only subject that has a tutorial class. So, it will be 2 hours lecture and 1 hour tutorial. I have to prepare 1 individual case study and 1 group case study as well as examination in the end of the couse. Although it was a bit boring, I am quite happy to study in, because the lecture material is quite basic and more on theoritical approach. Hence, I can build a strong foundation of knowledge on finance system.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Overall, it was a bit edgy when I started my first week, but at the end it was quite fun and interesting. I hope I can enjoy my study here and SURVIVE!. Above all, hopefully I can get good knowledge, sound skill and reasonable grade from those subjects.

Saturday, February 25, 2006

Back to Business

1998
It was "Introduction to Business" as my first ever lecture in the college. The couse was lectured by Mr. Harsono. Surely it was 8 years ago tough.
2002 (First Quarter)
It was "Internal Audit" as my very last lecture I attended in Gadjah Mada University before I graduated. It was lectured by Mrs. Zuni Barokah. And it was about 4 years ago.
2002 (Last Quarter)
My debut as as a white-collar worker- as an auditor. PT Telkom Tbk in Bandung as my first client. The audit team was lead by Mr. Bayu. A little step for a man, but it was a giant step for a warrior of life.
2005 (November)
My very last contribution as white collar-worker was in UNICEF. An institution that I served only for 6 months yet has given me much experience and knowldege as well as confidence.
2006 (February, 27)
Back to Business. It's gonna be my first day in Graduate School of Business-Monash Uni. Probably, "Financial Statement Reporting & Analysis" will be the first ever lecture in my tertiery education. I am in a mixed feeling actually, in between anxious & exciteable. Nevertheless, I knew that the show must go on, the way has to be taken and passed. Undoubtedly, it won't be smooth nor walk over for me as the standard for a master student is pretty much high.
Back to Business. With all of the scary evidence, I need a lot of support to pass this windy road. I suppose that support can make difference. With it, I believe that I can overcome this challenge as like as I trust that the sun will rise enchantedly tommorow morning!!
Pic: My course schedule via Allocate+ tool.

Did You Know?

Para Melbournians percaya pada sebuah “urban story” tentang Flinders Street Station yang ada di jantung kota Melbourne. Menurut mereka, desain bangunan stasiun tersebut tertukar dengan desain bangunan stasiun di kota Bombay. Hal ini terjadi saat pemerintah Inggris mengirimkan desain bangunan stasiun via pos dari London. Bukannya desain yang dimaksud yang sampai di Melbourne, ternyata desainnya tertukar dengan desain bangunan untuk stasiun di Bombay.
Hasilnya?
Silahkan lihat fotoku dengan latar belakang Flinders St. tersebut. Sepintas lalu, kubah-kubah hijau bangunan tersebut dan tipe jendelanya memang bergaya India bangettt…^_^
Pada kenyataanya, desain bangunan stasiun yang juga berdampingan dengan sungai Yarra itu, adalah hasil desain dari Melbourne Transport Office yang memenangkan perlombaan desain untuk Station tersebut.
Source: Herald Sun- sometimes in January

Monday, February 20, 2006

Izinkan Aku Untuk Gentar...



Waktu aku kuliah, aku pengen cepat-cepat kerja..
biar punya uang sendiri dan membanggakan keluarga, ucapku...
Waktu aku kerja, aku cepat bosan dengan kenyataan hari-hari yang standar
tak ada tantangan...gak ada karier, gak ada prospek, terlalu teknis atau supervisor yang reseh..
Aku ingin sekolah lagi...

Sang waktu pun membawaku ke kesempatan untuk menimba ilmu kembali..
tapi tiba-tiba aku gentarr..
menghadapi kenyataan di persaingan akademik yang multinasional dan multikultural
lebih sulit dari kuliah zaman dulu, karena sekarang dalam bahasa yang berbeda
dan juga strata yang beda..

Aku Gentar...
mundur selangkah dan sedikit menunduk..
aku kehilangan daya lontar dan hulu ledak semangat yang biasa aku andalkan
Ditambah kenyataan aku seperti berjuang sendirian di sini..
tanpa ayunan langkah pasti ke depan, tanpa topangan kenyataan asa yang nyata

Aku Gentar...
ketika harus berderap memasuki bangku kuliah lagi..
ketika aku harus mengarungi malam dalam diskusi-diskusi akademis
saat aku harus bergumul dengan ekstraksi keseriusan

Perlahan sangat pelan
Cahaya bulan masuk di sela-sela jendela kamarku..
memeluk tubuh kecilku dalam kehangatannya yang khas..
seolah berkata lirih...
Kuizinkan engkau untuk gentar.....TAPI..sekali ini saja..

Sejurus kemudian aku terbangun dari mimpi indah buaian negeri asing ini
sudah saatnya berdiri mencari jawaban kegelisahan jiwa
Akan aku telusuri jalan yang setapak ini ...
Semoga aku temukan jawaban-jawaban itu...

Saturday, February 18, 2006

Dasar Dodol..!!

Main Hattrick...dibantai...(ama Dodol FC)
Maint The Crims..gak ada kemajuan..
Masak, lupa matiin kompor: ayamnya gosong, pancinya rusak..
Beli barang kelontong, salah beli..mahal en gampang rusakk..
Jemur baju: gak kering-kering; gak ada panass..
Enakan juga tidurr...semoga besok hari tersenyum lebih ceriaa..

Caulfield 8.36PM

Did You Know?*

Masakan melayu cukup terkenal di Maladewa ternyata. Menurut seorang temanku yang berasal dari negara tersebut, menu bernama “Nasi Goreng” untuk fried rice dan “Bakmi Goreng” untuk fried noodle adalah menu yang sangat populer di sana. Kemungkinan besar menu tersebut dipopulerkan oleh para mahasiswa Maladewa yang banyak menuntut ilmu di Malaysia.

  • Tidak hanya di makanan, nama mata uang Maladewa, ternyata juga beda-beda tipis dengan mata uang Indonesia. Mata uang Maladewa adalah “Rufiah” hanya beda sedikit dengan “Rupiah”nya Indonesia.
  • Vietnam yang luasnya kurang lebih sama dengan pulau Sumatera di Indonesia dan memiliki populasi 80 juta orang, ternyata memiliki 62 Propinsi!! Bandingkan dengan Indonesia yang hanya memiliki 33. Jadi propinsi kita perlu ditambah tuh :p
  • Menghitung usia seseorang di Vietnam, ternyata bukan pengurangan antara tahun berjalan dengan tahun di mana seseorang dilahirkan. Menurut seorang rekanku yang berasal dari negara tersebut, umur seseorang juga harus memperhitungkan lama orang tersebut di dalam kandungan. Jadi jika aku lahir bulan April tahun 1980, maka usiaku di bulan April tahun 2006 adalah 26 tahun 9 bulan!!

*posting-an "Did You Know?" ini berisi tentang hal-hal kecil namun unik di seluk budaya bangsa yang ditemui olehku, akan di-upload Insya Allah setiap sabtu seminggu sekali.

Tuesday, February 07, 2006

Surat Untuk Sahabat

Untuk Sahabat-sahabatku, yang dalam gelap terang, tegak tertunduk, tertawa menangis, amarah gelak tawa, jauh dekat…………selalu memelukku dengan hangat…………

Image hosting by Photobucket



Image hosting by Photobucket

Melbourne, February 2006
To: Sahabatku di 16 Penjuru Mata Angin.

Dear Sahabat!
Di tengah desiran angin dingin kota Melbourne, tepat, di antara matahari yang beranjak pulang, aku tiba-tiba teringat akan keriuhan kalian. Sungguh, aku teringat akan “Kita” dan beragam perjalanan panjang yang selalu kita lalui bersama.
“Kita untuk selamanya”….”Semua waktu yang hilang…tapi bayangmu tetap”….itu kata Peter Pan saat menyanyikan cerita tentang “Sahabat”, sementara Sheila on 7 memilih syair…”Tapi teman lebih dari sekedar materi…..” dalam “Sahabat Sejati”…………tak mau kalah, Jikustik dalam “Aku dan Sahabatku” meyakini bahwa persahabatan “………tidak akan pernah layu, hanya aturan sang waktu……..”.

Jelas, aku tak sepandai mereka dalam membuat syair-syair nan indah, aku hanya ingin bilang bahwa kenangan yang pernah kita lalui adalah sebuah kenangan yang indah dan mengesankan. Persahabatan kita bukan karena materi atau kegilaan pada sebuah simbol tertentu. Persahabatan kita dibangun oleh banyak perbedaan yang dilengkapi dengan rasa pengertian dan saling menyayangi. Tak heran, begitu banyak gurat-gurat cerita indah yang terus terkenang di benakku.

Mungkin kalian masih ingat saat kita berbagi gelak tawa dalam kepusingan mengerjakan tugas-tugas kuliah di waktu lampau. Mungkin kalian masih ingat tentang hebohnya kita dalam kepanitiaan di kampus. Aku juga yakin kalian masih tentang obsesi dan mimpi kita untuk mewujudkan mimpi menyelenggarakan acara mahasiswa paling meriah dalam sejarah. Aku juga yakin kalian masih ingat saat kita makan nasi kucing di pinggiran kota Yogya. Atau sekedar bermalam bersama di tengah dingin Kaliurang dan Tawangwangu. Aku juga masih ingat saat kita berbagi kekhawatiran tentang masa depan dan dunia kerja. Kalian juga tidak akan lupa, saat kita sama-sama rapuh ditinggal orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita. Sejuta ingatan-ingatan itu tiba-tiba menghangatkan aku di gigilan dingin cuaca kota. Satu lagi..aku juga tak kan pernah lupa bagaimana perjuangan “heroik” kalian untuk mengunjungi acara pernikahanku di Bandar Lampung tahun lalu, ITS PRICELESS…!!

Tapi kita sudah terpisah dalam ruang waktu. Terpisah dalam cita dan mimpi kehidupan yang telah dan akan dibangun.
Bagi kalian yang tengah mengarungi biduk perjalanan kehidupan rumah tangga, tak ada doa lain, selain agar kalian tegar dan kuat dalam mengarungi deburan gelombang yang pasang surut.
Bagi kalian yang terus dan terus mencari Sang Mentari Pagi, tak akan pernah aku berhenti berucap agar kalian segera menemukannya. Meminjam jargon teman baruku di sini…”Perfectionist waits forever” …….aku selalu memahami alasan kalian, karena kalian adalah para perfeksionis.
Bagi kalian yang terus mencari Bintang dari Surga, tak kenal lelah aku berharap agar kalian segera membawanya ke pelukan kalian. Terkadang, sang Bintang memang enggan untuk engkau gapai, tapi jika sampai waktunya, sebuah penantian panjang pun kelak akan membuatnya turun ke bumi menemui kalian.
Bagi kalian yang terus dan terus berjuang untuk mencari sebuah pengakuan hidup, aku akan selalu memberi dorongan tiada henti buat kalian.

Oh ya, Sahabat, supaya engkau juga merasakan kerinduan yang sama denganku, ini aku sertakan pula foto di mana kita pernah bersama. Tidak semua dari kalian ada di foto itu memang, tapi kalian-kalian yang tak termuat, akan selalu ada di hati dan benakku kok. Oh ya, itu kurang lebih 6 – 7 tahun yang lalu. Tidak terasa yah?

Terakhir,
Di mana rentang jalan dan pengalaman yang telah kita lalui bersama, terkadang aku ingin kalian juga berada di sini, merasakan pengalaman yang aku dapatkan. Jika kebersamaan di Yogya, Surabaya, Bali dan Lampung bisa juga disalin di Melbourne, wahh…kelak, benar-benar akan menjadi sebuah “Kisah Klasik Untuk Masa Depan” …

Salam hangat dari hati yang rindu akan keriuhan kalian,

gatots

Australia Day

Image hosting by Photobucket
Bemo udah jadi barang antik tuh....


Alasan Aussie Day
Kuliah di Aussie bukan berarti bahwa aku akan menghabiskan waktuku untuk melulu belajar dan belajar. Ada kalanya juga perlu untuk menjadi turis partikelir. Itulah yang aku lakukan pada tanggal 26 Januari 2006 yang lalu. Bagi bangsa Australia, tanggal 26 Januari diperingati sebagai Australia Day atau semacam hari kemerdekaan di Indonesia. Namun demikian, Australia tidak pernah mengenal hari kemerdekaan karena mereka bukanlah berasal dari bangsa yang lepas dari penjajahan. Lalu mengapa tanggal 26 Januari? Menurut sejarah, pada tanggal 26 Januari 1788, rombongan koloni pertama dari Inggris tiba di Australia. Rombongan tersebut terdiri dari 11 kapal dan membawa kurang lebih 1500 orang, setengahnya adalah convicts (narapidana).

Berangkat
Kembali ke perayaan Australia Day, seperti halnya hari kemerdekaan di negara lain, Australia Day adalah public holiday. Aku sudah bersiap-siap dari pagi untuk melihat perayaan ini di City. Sebagai tambahan, aku sebut di City, karena aku tinggal di sub-urban yaitu Clayton, kayak di Depok gitu deh, kira-kira 40 menit perjalanan dengan train. Berbeda dengan aku, rekan-rekanku yang lainnya tidak terlalu bersemangat untuk melihat perayaan tersebu, alasannya menurut ramalan cuaca, suhu di Melbourne akan mencapai 40-42 derajat celcius. Selain itu, karena public holiday, transport menuju City akan sedikit jarang dibandingkan dengan hari biasa. Pada akhirnya mereka akan kecewa, karena perayaannya seru dan heboh, kendati memang perkiraan cuaca benar, Melbourne panas luar biasa pada hari itu. But it’s worth to go to the celebration rather than staye at home.

Telat nyampenya Di Balaikota
Aku berangkat agak kesiangan, karena hari Rabu-nya habis bermain sepakbola bersama rekan-rekan student dari China. Aku berangkat dari rumah pukul 10.20. Baru dapat bus menuju Clayton Train Station pada pukul 11.00. Walhasil, aku baru sampai di City pukul 12 kurang. Ternyata, di pagi hari, ada semacam upacara di Balaikota (“Australia Day Flag Raising Ceremony”), lumayan rame kata temanku, yang kemudian dilanjutkan dengan acara karnaval kota (“Australia Day People’s March”) antara jam 11 – 12. Lumayan rame pesertanya. Selain warga Australia, juga ada warga asing yang tinggal di kota ini, seperti Arab, India, Srilanka, China, termasuk Indonesia. Karnaval selesai sekitar pukul 12.30, jadi aku masih kebagian nonton karnavalnya.

Kings Domain Garden
Setelah bergabung bareng beberapa rekan2 students Monash dan Melbourne Uni yang ketemu di sana, kami melanjutkan perjalanan menuju Kings Domain Garden. Di mana ada beberapa perayaan seru di sana yaitu: ‘Australia Day Picnic and Historic Vehicle Display” , “26 ers Birthday Cake Cutting”, sayangnya pas aku ke sana, acaranya sebagian belum di mulai, jadi akhirnya kita ubah haluan menuju Government House, yaitu tempat ngantornya Governor Victoria (tapi dia ini bukan Head of State, melainkan hanya perpanjangan tangan dari Governor General di tingkat National – yang kayak fungsi Gubernur di Indonesia itu disebut dengan Premier – lain waktu bakal diceritakan deh tentang system politik di Aussie). Governor house-nya benar2 classic dan classy deh. Lumayan seru juga mengelilinginya. Sayangnya, karena itu udah tengah hari, bertepatan dengan jadwal lunch, perut udah gak bisa diajak kompromi barang sebentar. Tapi, aku masih sempat menikmati es krim sambil duduk di taman government house sebelum akhirnya kita makan siang di Restoran Nelayan (Resto Indonesia) di dekat Bourke Street.

Waterfront City, Docklands
Selesai makan siang kurang lebih pukul 15.30, matahari lagi tinggi-tingginya tuh. Rasanya badan lemas dan haus terus, tapi tekad membara buat jalan2 lihat perayaan membuat tubuhku kembali segar dan bersemangat. Akhirnya diputuskan bahwa kita bakalan jalan ke Waterfront City, Docklands, tempat “The Melbourne International Dragon Boa Festival”, “Australian Offshore Powerboats” dan “Boating Victoria Motor Cruiser Rally”. Semuanya gratis buat kita nikmati. Di tengah terik mentari, kita akhirnya sampai di Docklands. Menurut teman seniorku dari Melbourne Uni, sebenarnya Docklands, yang terlihat seperti pelabuhan itu, tidak lain dan tidak bukan hanyalah pangkalan sungai belaka. Sungainya juga adalah Sungai Yarra yang memang sengaja dibendung untuk membikin “pelabuhan ala Melbourne”. Di Docklands ini konsep Waterfront City benar-benar diterapkan di mana selain “pelabuhan” juga didirikan berbagai restoran pinggir sungai, mall dan juga hotel.
Aku sangat menikmati Docklands, hingga waktu pukul 18.00 “memaksa” kami untuk pulang terlebih dahulu ke tempat temanku di Brunswick guna menunaikan shalat dan beristirahat barang sebentar, sebelum malamnya (pukul 21.15), melihat pesta kembang api di Federation Square.

Fireworks di Federation Square
Setelah berisitrahat sejenak di Brunswick, pukul 20.40, kami bergegas menuju Federation Square via Train. Sampai di Flinders Station (yang nota bene bersebrangan dengan Fe. Square), suasana malam sudah berubah menjadi hiruk pikuk dengan masyarakat Melbourne yang ingin menyaksikan “Fireworks Shows”. Setengah berlari kami langsung menuju Federation Square, namun menurut informasi dari orang2 di sana, pertunjukannya akan lebih bagus jika dilihat dari sudut Northbank-nya Yarra River. Tidak mau ambil risiko kehilangan momen, kami segera menuju Northbank yang memang telah penuh dengan orang-orang. Selang 2 menit setelah tiba di Northbank, suara gemuruh kembang api pun terdengar…wawww…kami tepat berada di bawah kembang api tersebut!! Suaranya keras dan memekakkan telinga, namun pemandangan kembang api itu sangatt indah dan “magical”…sayang buat dilewatkan. Pertunjukan tersebut terdiri dari 2 titik satu di Federation Square sebelah Utara dan satu lagi di sebelah Selatan. Saking dekatnya dengan kembang api, bubuk2 kembang api itu terasa jatuh di badan kami, wuuuiihh….tambah seru aja sensasinya…fireworks shows-nya berlansung kurang lebih selama 10 menit dan konon menghabiskan biaya 500,000 dollar Aussie atau setara dengan 3,5 milyar rupiah!!!

Menyusuri Yarra River di Waktu Malam
Selesai melihat fireworks shows, kami menikmati sebentar keindahan Sungai Yarra di waktu malam, yang mana di sungai tersebut banyak restaurant terapung, berwarna-warni lampunya, sambil berlalu lalang, sungguh pemandangan yang indah. Tidak lupa pula pengamen2 bule menarik perhatian pejalan kaki dengan lagu2 yang melanutkan jiwa. Juga ada street artist yang melukis jalur pedestrian dengan lukisan2 yang menarik…wooww..benar2 kayak di luar negeri, hehehe.

Crown & Total Fire Ban
Jam di tanganku menunjukkan pukul 22. Atas side salah seorang teman, kami berniat menuju Yarra Southbank tepatnya ke Crown, sebuah kasino di Melbourne yang berfungsi juga sebagai tempat hiburan dan wisata. Menurutku temanku, setiap 1 jam sekali di waktu malam, di sana ada penyalaan api di kalderon, hampir layaknya api di pembukaan pesta-pesta olah raga bangsa-bangsa.
Namun demikian, sampai dengan pukul 22.30, api tidak juga kunjung menyala, setelah kami tanyakan ke petugas sekuriti di sekitar Crown, ia mengatakan bahwa penyalaan api malam itu dilakukan karena ada “Total Fire Ban” dari Victoria Government. Ini dikarenakan suhu yang mencapai 40 derajat, sehingga dilarang menyalakan api di tempat terbuka sepanjang hari, untuk mencega terjadinya kebakaran.

Fireworks di Docklands dar Kejauhan
Dengan sedikit kecewa kami akhirnya beranjak pergi dan menuju kawasan Docklands, daerah di mana siang/sore tadi kami menyaksikan Dragon Boat Festival. Tujuan kami ke Docklands adalah menyaksikan pertunjukan kembang api yang kedua, yang menurut brosur acara, akan diselenggarakan pada pukul 23. Sayangnya saat kami dalam perjalanan, sekitar pukul 22.45, pesta kembang api sudah dimulai, akhirnya, kami hanya bisa melihat pesta kembang api di Docklands dari kejauhan saja, tepatnya dari Spencer Street Station. Hmmm….kalah keren sih dari yang di Federation square, tapi tak apa, yang penting, kami masih bisa menyaksikannya dari kejauhan…^_^


“Java Chip” Cofee
Petualangan kami di hari itu akhirnya ditutup dengan minum kopi di Starbuck dekat Elizabeth Street. Sambil menyeruput “Java Chip” kami menikmati keindahan Melbourne di waktu malam. Oya, harga segelas "Java Chip" Starbuck ukuran Medium, harga A$5.20. 1A$=7,000, itung aja sendiri harganya dibandingkan dengan harga di Indonesia, hehehe.

Pesta telah usai, banyak kesan yang didapat…aku jadi teringat 17 Agustusan di Indonesia…well, kita juga gak kalah serunya kok..mungkin perlu sedikit tambahan sentuhan di sana-sini, maka 17 Agustusan kita, gak kalah dengan Australia Day, hehehe..
See you next year!!

For my Aussie Day Photo:

http://pg.photos.yahoo.com/ph/gatot_soepriyanto/album?.dir=e281&.src=ph&store=&prodid=&.done=http%3a//photos.yahoo.com/ph//my_photos

Sunday, February 05, 2006

Titik Awal, Titik Nadir, Titik Balik, Titik Kritis, Titik Harapan dan Titik-Titik

Titik, sejatinya adalah komponen penting bagi sebuah catatan panjang setiap mahluk yang bernafas. Tanpa titik tentu tidak akan pernah ada garis. Tanpa titik tentu tidak akan pernah ada awalan guna membentuk sesuatu pola. Lebih jauh lagi, tanpa titik maka suatu kalimat atau pernyataan tidak akan pernah berhenti pula. Namun demikian, jangan pernah Anda membandingkan Titik-titik tadi dengan Titi Kamal apalagi Titi DJ dan Titi Qadarsih….secara mereka berbeda haluan.

Kembali ke masalah titik…
Begitu pula dengan perjalanan getaran kakiku dalam 1 tahun terakhir ini, selalu penuh dengan titik perjuangan dan pencarian. Sejujurnya, tidak ada yang istimewa, karena memang aku hanya pejuang kecil kehidupan. Namun demikian, untuk diriku, penggalan titik perjuangan tersebut, sangat penting untuk sekedar dituangkan dalam baris-baris renungan paragraph. Sehingga kelak, seiring dengan waktu yang terus berputar, mungkin titik-titik yang aku lalui ini akan membuat aku tersenyum dan tertawa (atau bahkan menangis), tatkala aku membuka kembali lembaran cerita tersebut. Yuk kita mulaiii…

Titik awal.
Titik awal ceritaku di mulai di tahun 2005. Titik awal di tahun 2005 tersebut, dimulai dengan semangat resolusi untuk lebih “ofensif” dalam mencari peluang beasiswa, kemanapun itu…dengan catatan ke “English Speaking Country”. Semangat tersebut terlihat klise dan standar, namun disadari atau tidak resolusi tadi ternyata telah mampu menjadi sebuah energi yang tidak pernah habis untuk mencapai kesuksesan di tahun 2005.

Titik Nadir
Berangkat dengan semangat yang membumbung tinggi di awal tahun 2005, lewat sebuah proses perenungan yang tak terlalu panjang, aku pun berpindah organisasi (baca: pindah tempat kerja), dari B ke C. Layaknya takdir yang telah ditulis oleh Sang Maha Kuasa, perpindahan ini serasa lancar dan sesuai dengan yang aku rencanakan. Nama besar kedua organisasi tersebut aku harapkan kelak dapat menarik perhatian para sponsor beasiswa. Namun demikian, harapan terkadang tidak terlalu sesuai dengan kenyataan. Periode April – Oktober 2005, selama aku di C, adalah periode penuh perjuangan dan boleh disebut penderitaan. Bukan hanya tipe pekerjaan dan organisasinya yang berbeda, namun juga tuntutan, beban kerja dan kerumitan birokrasi juga harapan yang disandangkan di pundakku terlampau berat untuk aku pikul. Periode titik nadir ini sangat tidak mudah aku lalui, tidak beda seperti periode tahun 2002-2003 di mana aku masih perusahaan angkutan publik A. Belajar dari pengalaman yang lalu-lalu, aku berusaha tegar untuk menghadapi tantangan di C ini. Aku juga berkeyakinan bahwa di balik kesusahan pasti ada kemudahan, di balik kesulitan pasti ada kelancaran. Lagian dari waktu ke waktu, aku mulai bisa beradaptasi dengan situasi yang ada. Namun tetap saja, tekad yang kuat dan doa terus aku panjatkan agar aku dapat menguak peluang untuk “melarikan diri” secara elegan dari C.

Titik Balik
Titik balik ini aku alami saat aku tengah merenung di “religious center” organsisi C, orang mungkin menyebutnya pengalaman spiritual, namun aku menyebutnya renungan saja, lebih cocok rasanya. Kembali ke renungan tadi, entah mengapa, saat itu, aku tiba2 terpikir untuk mengambil kursus IELTS di IALF selepas bekerja di kantor. Sudah menjadi rahasia umum, jika bahasa Inggrisku memang agak2 minim. Hasil renungan itu kemudian aku amini, karena memang itu termasuk dalam salah satu strategiku untuk “ofensif”. Tambahan lagi, supervisorku di kantor sedang berlibur ke Nairobi selama 1 bulan, “ini kesempatan yang tidak boleh dibuang percuma”, ujarku dalam hati. Mulai periode Juli – Agustus 2005 aku pun kursus IELTS, dengan investasi kurang lebih 2,5 juta selama 1 bulan, belum termasuk ongkos transport lohh. Dalam periode tersebut, titik balik di tahun 2005 itupun hadir…informasi tentang beasiswa ke Aussie dari APS (Australian Partnership Scholarship) aku dapatkan– thanks to Ms. H, my officemate who informed it to me. Lewat perjuangan dan pergulatan yang panjang (terlalu panjang jika harus dimasukkan dalam cerita ini, termasuk ada rekan kursusku di IALF yang menunjukkan beberapa tips guna masuk dari shortlist APS, temanku ini pada akhirnya juga mendapatkan beasiswa, sebut saja Mr. Ich), akhirnya aku pun memasukkan application untuk beasiswa tersebut. Syukur Alhamdulillah, sekitar bulan Oktober, aku mendapatkan berita bahwa aku berhasil melalui tes beasiswa tersebut (cerita mengenai lika-liku tes, akan disampaikan di cerita terpisah). Sebuah kisah klasik yang indah dan tak akan terlupa. Bukan semata-mata karena aku akan mendapat kesempatan untuk sekolah lagi dan pergi ke luar negeri, melainkan menjadi sebuah kemenangan akan keyakinan bahwa seberapapun tinggi mimpi yang kita miliki, jika kita selalu berusaha untuk menggapainya, maka kita pun akan berhasil meraihnya. Impossible is NOTHING, mate!

Titik Kritis
Seperti tulisan Paulo Coelho di novelnya “The Alchemist”, jika keinginan sudah ditekadkan dengan bulat, maka isi seluruh jagat raya akan bersatu untuk membantu mencapainya. Itu semua karena semua orang memiliki “personal legend” yaitu suatu tujuan dalam hidup yang ingin dicapai – dengan kata lain jalan menuju takdir. Berkaitan dengan itu, titik kritis dalam perjalanan hidupku-pun aku lalui dengan jalan yang terasa lancar dan mengalir bagai air. Titik kritis yang aku maksud adalah menikah. Kata sakti dan sakral juga rumit itu seperti tidak terasa simpel di depanku. Sadar bahwa momentum kepergianku ke Australia harus segera dimanfaatkan, aku pun mengambil keputusan untuk segera menikah. Alhamdulillah, semuanya serba dilancarkan dan dimudahkan, tepatnya tanggal 17 Desember 2005, aku pun menikah dengan “Fatimah”. Semua proses dicapai dalam waktu kurang lebih 30 hari, mulai dari lamaran, persiapan, sibuk-sibuk sampai dengan pesta. Lebih membanggakan lagi, semuanya kami urus sendiri dan menggunakan uang dari keringat kami sendiri. Tidak perlu mewah dan mahal memang, tapi yang terpenting adalah mengumpulkan keluarga, kerabat dan sahabat untuk mendoakan kami. Selesai…^_^.

Titik Harapan

Pesta telah usai, kini saatnya menyongsong fajar baru kehidupan. Saatnya untuk melukis titik fajar harapan yang baru. Ayunan langkah pertama adalah memulai petualangan ke dunia baru yang penuh tantangan: AUSTRALIA. Berangkat ke Aussie, bukanlah seperti parade gagah-gagahan, melainkan lebih kepada sebuah tantangan dan amanat. Di sana aku akan belajar banyak hal, tidak hanya mengenai materi kuliah namun juga tentang aspek bahasa, budaya, lingkungan, tata pemerintahan, interaksi sosial dan banyak hal lagi.

Jika ditanya bagaimana rasanya, maka yang ada hanyalah perasaan takut, waswas dan cemas. Hanya impian besar dan semangat tinggi untuk hidup di bawah langit dan di atas bumi selain Indonesia sajalah, yang terus membuatku bertahan. Sampai di satu titik, aku benar-benar telah berpijak di belahan bumi lain, yang bahkan sampai saat ini masih terasa bagaikan mimpi.
Lebih jauh lagi, tidak hanya berhenti sampai di masalah studi, di mana titik harapan aku goreskan, selain itu juga ada titik harapan lain, yaitu sebuah kebersamaan hidup. Sebuah peleburan jiwa, hati dan impian. Bukan sebuah beban dan onak kebingungan melainkan sebuah tantangan dan riak keriangan. Sesulit apapun, aku yakin titik harapan ini akan berujung pada sebuah titik optimum (bukan maksimum apalagi minimum) kehidupan….

Titik-Titik…….
Sampai akhir napasnya, seorang manusia tidak akan pernah berhenti menggoreskan tinta cerita di lembar nafas perjuangan hidupnya. Hanya Tuhan yang dimana titik itu akan berhenti dan beranjut di lembaran nafas yang baru. Ketika titik itu belum akan berhenti, titik-titik ceritaku akan terus bergulir dan bergaris. Masih banyak kerja dan teka-teki hidup yang harus di-lalui. Menyitir lirik soundtrack “Gie”,……….” tak kan pernah berhenti berjuang…..pecahkan teka teki malam…….menjawab semua keresahan yang membentang…….”. Kini, aku sedang merangkai titik-titik itu, hanya waktu yang akan menentukan akan menjadi apa titik-titik itu. Sampai waktunya, semua akan diceritakan kembali, dengan penuh perasaan rendah hati, semoga bisa menjadi pelajaran, semangat dan rengkuhan asa bagi diriku dan mungkin orang lain.

Selalu berjuang..!

Thursday, October 06, 2005

Syukurku..

Syukurku...

Kepadamu ya Allah..aku tundukkan kepalaku..
aku tundukkan kesombongan dan angkuhku...
Karena
Sekali lagi Engkau tunjukkan jalan kepadaku untuk menggapai cita-cita.
Untuk kesekian kali Engaku ulurkan tanganMu kepada hambamu yang penuh dosa dan noda ini..

Syukurku...atas semua kemurahan hati yang kau berikan...
Sampai nafas ini terhembus untuk yang terakhir..
aku masih selalu membutuhkan uluran tanganMu..