Saturday, June 25, 2005

Menghadapi Kesulitan

Pernah mengalami keterasingan saat memasuki lingkungan baru? Pernah mengalami perihnya ditinggalkan orang yang sangat dicintai? Pernah mengalami kegagalan? Pernah mengalami pusingnya meninggalkan comfort zone dan beralih ke turbulence zone? Aku yakin semua orang pernah mengalaminya. Bagaimana dengan dengan rasanya? Heheh..pasti serba gak enak lah.

Kemarin, seorang teman baruku di kantor berujar penuh makna, hidup ini pada prinsipnya adalah berpindah dari kesulitan yang satu ke kesulitan yang lainnya. Weww..kata-kata menggugah hatiku. Karena memang akhir2 ini aku sering mengeluh dan kerap kehilangan bara asa seperti biasanya.

Kalo direnungkan lebih dalam omongan temanku tadi ada benarnya. Kehidupan memang pada prinsipnya berpindah dari satu kesulitan ke kesulitan yang lain. Jika Anda tidak betah dengan pekerjaan anda sekarang, anda bisa keluar dan selesailah kesulitan Anda. Tapi kesulitan lain muncul, Anda harus segera mencari pekerjaan yang baru. Anda juga bisa bilang “putus” dengan pacar anda yang rewel, maka selesailah kesulitan anda. Tapi kesulitan lain muncul, mungkin anda dihinggapi rasa bersalah, kesedihan tak berujung sampai kesulitan buat cari pacar baru.

Kalo udah begini, yang kita butuhkan adalah bagaimana menghadapi kesulitan tersebut. Hehehe, sharing aja sih…berikut beberapa hal yang mungkin bermanfaat bagi anda-anda yang sedang mengahadapi kesulitan.

  1. Anggap saja sedang bermain game;

Pernah nonton film peraih Oscar berjudul Beautiful Mind? Film itu menceritakan kisah seorang ayah dan anaknya yang berada dalam kungkungan kamp Nazi. Sang ayah dengan segala cara membuat kesan kepada sang anak agar seolah-seolah tidak berada dalam kamp Nazi. Hingga akhirnya sang anak terbebas dari cengkeraman Nazi, dia tidak pernah sadar dan merasa masih dalam permainan sang Ayah. Dalam keseharian bila kita menghadapi kesulitan, anggap saja kita sedang dalam game dengan skenario besar. Aku kerap mengibaratkan diriku sebagai prajurit yang sedang melaksanakan misi. Aku selalu menyiapkan strategi, sasaran dan target hingga taktik jitu guna menyelesaikan misi tadi. Sebagai pelengkap, sebelum berangkat “bertugas”, aku juga kerap upacara atau briefing bohong-bohongan.

Dengan cara itu, kesulitan yang kita hadapi, bisa kita anggap sebagai sesuatu yang biasa dan sederhana, bukan sesuatu yang sulit dan membebani pikiran. Jangan lupa, setelah selesai melaksanakan misi, aku biasa memberi selamat pada diriku dengan sekaleng soft drink dingin….hehhehe…hidup ini indah bung…

  1. Nikmati kesulitan ini;

Iya, anggap saja kesulitan yang dihadapi ini sebagai suatu investasi bagi kesuksesan di masa yang akan datang. Semakin sulit yang dihadapi, semakin besar investasi yang kita tanamkan. Sehingga kelak, hasil investasi itu yang berupa kesukesan, juga akan semakin besar. Michael Jordan setiap harinya melakukan latihan lempar bola ke ring basket sampai 1000 kali. Kesabarannya membuahkan cincin juara NBA lebih dari 5 kali, berikut dengan sematan legenda NBA. David Beckham, setiap harinya berlatih tendangan bebas dengan sasaran lubang ban di garasi rumahnya. Hasilnya? Tendangan bebas melengkungnya menjadi trademark selain tentu saja wajah gantengnya yang memukau. Menikmati kesulitan juga akan membuat kita sangat bersyukur dalam menjalani hidup. Weekend akan menjadi weekend yang indah, karena selama weekday, kita udah bekerja dengan keras dan menghadapi banyak tantangan. Tidur akan menjadi sangat berharga, bila selama ini pekerjaan dan tanggung jawab menuntut kita untuk selalu terjaga..dst...dst..

  1. Ingat akhir perjalanan;

Kalo kesulitan itu terasa menyesakkan dada. Ingat-ingat saja tujuan dari perjalanan panjang yang sedang anda lalui. Misalnya, jika anda sedang kuliah di luar negeri dan sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitar, maka berusahalah untuk tidak menyerah. Ingat, tujuan akhirnya…jika sudah lulus..maka anda akan memiliki kesempatan untuk mendidik anak-anak bangsa ini. Wuih..itu kan pengabdian yang luar biasa besar. Jika Anda sering dimarahi supervisor karena sering berbuat kesalahan, ingatlah tujuan akhir...bahwa bekerja adalah untuk mencari pengalaman dan pengalaman yang ada akan anda gunakan untuk menapak ke tingkat yang lebih baik. Jika Anda merasa sedih dan terpuruk dengan cerita-cerita dunia...anda harus ingat akhir perjalanan ini...karena hidup ini toh hanya persinggahan sementara....Apa yang kita lakukan di dunia adalah bagian dari ibadah..ikhlas dalam menjalani kesulitan..berarti juga anda sedang beribadah...hadapi aja dengan senyuman!!
Siapa yang memilih Dunia..dia akan mendapatkan Dunia..Siapa yang memilih Akhirat..dia akan mendapatkan Akhirat...

  1. Berdoa, berdoa dan berdoa.

    Iya..berdoa..berdoa dan berdoa. Kalo orang "komunis" bilang..berdoa, menyembah dan meminta kepada Allah (Tuhan), itu merupakan sifat lahiriah manusia yang berusaha untuk mencari perlindungan kepada sesuatu yang abstrak. Tapi menurutku tidak...setelah daya upaya dan perjuangan kita lakukan...sekeras apapun...setegak apapun...Allah yang akan memberikan jalan dan kesempatannya. Dengan berdoa...kesulitan akan menjadi suatu hikmah, tantangan akan menjadi suatu tempaan kehidupan dan halangan hanya akan menjadi penunda kesuksesan kita saja.

Selamat melalui kesulitann...!!

Sunday, June 19, 2005

Aku, Kau dan Kereta

Maafkan aku untuk kesekian kali/kuraih hatimu dan kupatahkan lagi/kuharap kau bisa pahami/waktu aku berucap ini…./jalan hidupmu akan berubah nanti/dan kita simpan semua kenangan ini/kuminta jangan menangis/tegarlah sekuat karang…../dan aku tahu aku pasti merindukan/semua hal bodoh yang pernah kita lakukan/tersenyumlah…Legakan aku/yang merasa bersalah padamu…../ini saatnya kita harus mengerti kereta ini membawamu pergi…../dan bila kau sampai di sana…./tak pernah ada lagi KITA........

Damn for Jiksutik..for the fabulous lyrics!!

Saturday, May 28, 2005

.....di sudut lelah benakku...aku temukan syair lagu ini.....pass bangett....
KULDESAK..

Aku bagai buih di laut biru
Tersapu ombak terhempas badai
Aku bagai debu di padang pasir
Terseret angin terbakar panas

Aku bagai bintang di gelap malam
Di antara 1000 bintang
Terdampar di puing jagat raya
Terkapar tak berdaya

Menangis….Tertawa…semua tak bisa dihindari……….

Tolonglah Tuhan……………..Beri Petunjukmau
Jalan Yang Benar……………..Menuju Jalanmu
Agar Tak tersesat………………Di Persimpangan Jalan…..

* Apa yang akan terjadi…..Kuldesak ini harus mampu aku lewati….

Kasih Putih Sephia
(Tribute buat para kekasih gelap di manapun kalian berada....)

Sephia dalam istilah fotografi (sepengetahuanku) sesungguhnya bermakna gelap, remang dan temaram. Oleh Sheila On 7, Sephia dijadikan perlambang bagi seorang wanita yang rela menjadi kisah tersisa bagi seorang pria yang telah memiliki sebuah kisah cinta utama. Simpelnya, Sephia itu kekasih gelap, remang dan temaram.

Identik dengan gelap, kepalsuan, perselingkuhan dan pengkhianatan, Sephia menjadi cap hitam yang kerap dihindari para wanita. Keidentikan itu tak pelak juga menghinggapiku, hingga akhirnya aku tersadar, bahwa seorang Sephia pun juga manusia. Seorang Sephia juga memiliki kasih putih, bahkan menurutku lebih putih dari seorang kekasih sejati.

Sephia berkasih putih rela mendapati kenyataan bahwa dirinya hanya menjadi kisah tersisa…..rela dicinta dengan hanya setengah hati…..rela menjadi yang kesekian untuk disapa…..rela untuk selalu menunggu untuk dirindu…tabah untuk meyakinkan hatinya untuk mencari cinta sejati….tabah untuk menerima kenyataan bahwa cinta itu tak selalu memiliki…tegar dan kuat ia, menahan gejolak kebimbangan hatinya...

Jujur saja, Sephia berkasih putih itu kadang menjadikan seorang pria gila sekalipun berdecak kagum…air mata gembira dan sedihnya, sulit untuk dibedakan….isak tangis dan senyumnya sulit untuk dipisahkan, duka nestapa dan gembiranya terlampau sulit untuk dikenali…namun dengan semua itu...ia jalani hidupnya..bahkan ketika ia sadar hanya SETENGAH HATI yang mencintanya...kepalanya tetap tegak menatap hari..

Sephia berkasih putih, sesungguhnya hanya ingin mencari cinta sejati dari pria yang ia yakini bisa menerangi gelap harinya, menemani mimpi2nya, menyalakan bara asanya…sesungguhnya ia hanya ingin jujur pada dirinya, bahwa walaupun sang pria telah ada yang punya, setengah hatinya masih ia harapkan….

Di sudut bimbangnya sang Sephia berkasih putih kerap hanya dapat bertanya dalam hati….
“Bila rindu ini masih milikimu,………..Kuhadirkan Tanya untukmu…..Harus berapa lama aku menunggumu……….”

Namun...Di sudut keraguannya sang Pria pun berusaha untuk membunuh rasanya sambil bergumam dan merancang kata….”Maafkan aku Sephia….Lupakan Aku…jangan pernah kau harapkan cinta yang indah dariku…karena masih ada cinta lain yang tak bisa untuk aku tinggalkan…..”

***

Dari Mengawal Pemilu 2004, Kini Melindungi Anak-Anak

3 minggu sudah aku memasuki sebuah cerita pengabdian yang baru. Kalo dahulu aku bekerja di unit yang bertugas untuk mengawal dan mensukseskan Pemilu 2004, kini tugas yang tak kalah berat juga harus aku arungi, bekerja di lembaga yang memegang mandat untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan anak2.

Tapi ternyata tugas di atas tidaklah mudah, banyak riak tantangan dan proses pembelajaran yang harus aku lalui. Gak janji sih untuk terus mengabdi, tapi setidaknya aku sudah mencoba dan berbuat yang terbaik…hohoho

Biarpun masih agak2 males di tempat yg sekarang, tapi kalo sekedar cerita mah, gpp dehh…
well...tempatku sekarang terdiri dari 2 section. Section yang pertama, program..dan section yang kedua bernama operation. Aku bernaung di bawah section program, sementara section operation seperti biasa berisi: Finance, Admin, IT, Supply dan HR. Nah di section program ada beberapa unit (hmm…kalo di swasta namanya divisi), Yaitu: CNSP (Children In Need Special Protection), BEFA (Basic Education For All), MECC (Maternity and Early Childhood Care), Emergency Unit (dibentuk sebagai respon Aceh dan Nias), Fighting HIV/AIDS, Health and Nutrition, dan PSD (Private Division Sector, salah satu unit yang di-create buat fund raising bagi kantorku, antara lain dengan jualan kartu dan pernak-pernik..) serta PME (Planning, Monitoring and Evaluation). Aku bergabung bersama CNSP atau disingkat CP Unit (Child Protection).

Ada beberapa program utama di CP unit, antara lain, combating child labour (program-program melawan perburuhan/tenaga kerja anak-anak), Juvenile Justice (peradilan dan hukum bagi anak-anak), Child Abuse (program-program untuk melawan pelecehan terhadap anak-anak), CSEC (Child Sexual Exploitation Care- program untuk melawan eksplotasi seksual anak-anak) dan terakhir Birth Certification (pendataan dan sosialisasi tentang pentingnya akta kelahiran).

Contoh konkret dari program2 itu antara lain, membentuk task force pengawasan buruh anak2 di level daerah, kampanye UU Perlindungan Anak, sampai seminar dan sosialisasi tentang hukuman bagi anak2 (juvenile justice), kemudahan akses pendaftaran dan pencatatan kelahiran anak di pencatatan sipil, sampai ke upaya untuk menggol-kan undang-undang pencatatan sipil.

Btw itu baru reguler program.

Kalo udah bicara mengenai Emergency Program (Aceh, Nias dan Maluku)..Gubrakk..lebih rumit, kompleks tapi seru, hehehe..

Jujur, gak mudah mengerjakan program-program tersebut, karena memang kami harus bekerja sama dengan banyak counterpart termasuk pemerintah dan LSM-LSM. Belum lagi peraturan kantorku yang rumit, kompleks dan birokratis. Semuanya membuat lebih sulit sekaligus juga menantang.

Oh ya, kantorku yang di Indonesia ini, punya duta keliling untuk kampanye program dan kebijakan2 tentang anak2.kemarin ketemu sih di kantor. Mau tahu gak siapa aja? Ferry Salim dan Christine Hakim..

Oya, sayangnya mereka berdua gak penting….kecuali kalo yang jadi duta kelilingnya itu Surya Saputra dan Dian Sastro……..huhuhuhu…..poto2 bareng dehh..

Hmm..karena lagi gak terlalu mood cerita tentang kantor, untuk lebih lengkapnya bisa baca-baca di link ini: www.unicef.org

“ For Every Child, Health, Education, Equality, Protection…ADVANCE HUMANITY”

Thursday, April 21, 2005

Antara KP(K), MW(K) dan BP(K):
Menengok Etika Seorang Auditor Dalam Penugasan Yang Berisiko*

Jangan bingung membaca judul diatas. Sungguh ketidaksengajaan yang sempurna, karena ketiga nama di atas terhubung dengan satu huruf yaitu K, yang nantinya banyak kita bicarakan. Berikut maksud judul di atas:
KP(K)= Komisi Pemberantasan (Korupsi);
MW(K)= Mulyana W (Kusumah);
BP(K)= Badan Pemeriksa (Keuangan);

Dan (K)= (Khairiansyah) Salman, auditor BPK yang menungkap percobaan penyuapan ini yang selanjutnya bekerjasama dengan KPK.

Kasus ini berawal dari penangkapan Mulyana W Kusumah, anggota KPU yang tercatat pernah menjadi Ketua Panitia Pengadaan Kotak Suara dan Ketua Panitia Pengadaan Jasa Cetak Surat Suara Pemilu Legislatif oleh KPK. Menurut versi KPK, melalui Wakil Ketuanya Erry Riyana Hardjapamekas, Mulyana tertangkap tangan oleh petugas KPK ketika sedang melakukan upaya penyuapan kepada pegawai negeri sipil (PNS) dalam hal ini auditor BPK. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat malam (8/4) sekitar pukul 21.00 di suatu tempat di Jakarta. Mulyana dikenai sangkaan pelanggaran Pasal 5 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yaitu memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya. Kasus ini tentu saja mengejutkan berbagai pihak, sebab KPU yang sedari dulu terus “diserang “ berbagai tuduhan korupsi, namun tidak kunjung ada tindaklanjutnya dari aparat penegak hukum, akhirnya mampu ditembus oleh KPK.

3 Skenario

Ada 3 skenario utama yang menjadi bahan diskusi menarik bagi kita. Tentunya skenario-skenario ini berasal dari pernyataan pihak-pihak yang terlibat dalam proses ini. Berikut skenarionya:

(1) Skenario versi KPK

Dalam skenario ini KPK bekerja sama dengan auditor BPK melakukan upaya pengungkapan upaya suap yang dilakukan oleh salah seorang anggota KPU Pusat dalam hal ini Mulyana Kusuma kepada auditor BPK yang sedang mengaudit di KPU Pusat. Menurut KPK, Mulyana coba menyuap auditor BPK dengan sejumlah uang sebesar 300 juta rupiah. Di antara dana tersebut 150 juta rupiah, tertangkap tangan oleh KPK dibawa Mulyana dalam “pertemuan” dengan auditor BPK tersebut yang belakangan di ketahui bernama Khairiansyah Salman.
Dalam versi ini dinyatakan bahwa yang melakukan pendekatan untuk percobaaan penyuapan adalah Mulyana Kusuma terlebih dahulu. Berdasarkan bukti-bukti di atas, KPK melakukan penangkapan kepada Mulyana dengan tuduhan pelanggaran UU Anti Korupsi berupa percobaan penyuapan kepada penyelenggara negara.

(2) Skenario versi Mulyana

Skenario versi Mulyana ini disampaikan melalui pengacara Mulyana, Sirra Prayuna. Sirra mengatakan bahwa Mulyana “dijebak” oleh auditor BPK dan KPK. Jadi menurut pihak Mulyana pihak yang melakukan pendekatan terlebih dahulu adalah pihak BPK (untuk disuap). Bahkan (parahnya) pihak Mulyana mengaku uang 150 juta rupiah yang ada di “pertemuan” tersebut bukan dibawa oleh Mulyana. Sehingga dalam hal ini pihak Mulyana merasa tidak bersalah dan tidak patut untuk dikenai tuduhan melakukan korupsi melalui upaya penyuapan kepada penyelenggara negara.

(3) Skenario lanjutan versi Ketua BPK Anwar Nasution

Ceritanya sedikit berbeda dengan dua skenario di atas, skenario versi Ketua BPK Anwar Nasution, menyoroti masalah kinerja anak buahnya. Dalam pernyataannya kepada para wartawan, Anwar menyatakan bahwa tindakan anak buahnya di BPK, adalah tindakan “pejabat yang kampungan” dan “pahlawan kesiangan”. Dalam siaran persnya (lihat Kompas, Selasa 19 April 2005), Anwar menyatakan bahwa tindakan Khairiansyah adalah tindakan yang nonprosedural. Sebab, Khairiansyah melapor kepada Hasan Bisri sebagai Anggota Pembina Utama III (bisa dikatakan sebagai senior auditor-nya Khairiansyah-Penulis) bukan kepada Djapiten Nainggolan (Ketua Tim Audit KPU) atau Harijanto (Penanggungjawab Tim Audit KPU). Sementara itu Hasan tidak memberitahukan apa yang telah dilaporkan Khairiansyah kepada Wakil Ketua BPK Abdullah Zainie atau kepada Djapiten Nainggolan.

Anwar selanjutnya menjelaskan berdasarkan prosedur BPK, Khairiansyah seharusnya melaporkan semua tindakan-yang akan dilakukan berkaitan dengan kasus Mulyana tesebut-setidaknya kepada Djapiten Nainggolan. Baru kemudian Djapiten Nainggolan memberitahukan kepada Harijanto dan Harijanto meminta persetujuan Wakil Kepala BPK atau Kepala BPK

Akan tetapi dalam hal ini Khairiansyah melapor kepada Hasan Bisri dan Hasan Bisri tidak memberitahukan kepada siapa pun. Sampai kemudian Khairiansyah melapor kepada KPK.

Mari kita bahas tiga skenario tersebut berdasarkan atas dasar hukum dan standar audit pemerintahan yang tentu saja menjadi landasan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.

Tinjauan skenario pertama,

Dalam skenario pertama, tindakan yang dilakukan oleh Khairiansyah untuk melaporkan percobaan penyuapan kepada dirinya sebagai pejabat penyelenggara negara, dalam hal ini BPK adalah tindakan yang sangat tepat. Tindakan yang dilakukan oleh Mulyana telah melanggar Pasal 5 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yaitu memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya.

Tuntutan hukumnya adalah Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah).

Selanjutnya, apa yang dilakukan oleh Khairiansyah (dalam kapasitasnya sebagai seorang warga masyarakat), secara hukum juga dibenarkan, karena sudah sesuai pula dengan Pasal 41 Ayat (1) dan (2) butir (c) UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang berbunyi:
(1) Masyarakat dapat berperan serta membantu upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
(2) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diwujudkan dalam bentuk :
(c) hak menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggung jawab kepada penegak hukum yang menangani perkara tindak pidana korupsi;

Tinjauan skenario kedua

Bagaimanapun juga asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) terhadap Mulyana haruslah tetap dijunjung tinggi. Untuk skenario kedua ini penulis memberi catatan khusus untuk ditinjau guna membuktikan bahwa skenario kedua ala pihak Mulyana ini adalah benar atau tidak, yaitu dengan menerapkan asas pembuktian terbalik. Karena memang UU Nomor 31 Tahun 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Antikorupsi) yang digunakan untuk menjerat Mulyana, memberikan tempat pada asas pembuktian terbalik. Sebagai catatan sistem pembuktian terbalik (omkering van de bewijslast) merupakan cara yang jitu untuk "mematikan" pelaku korupsi. Dalam pembuktian terbalik, orang yang dituduh melakukan tindak pidana itulah yang harus membuktikan di depan pengadilan, bahwa ia tidak bersalah. Berbeda dengan pembuktian biasa, di mana jaksa yang harus membuktikan seseorang bersalah atau tidak dalam hal terjadi tindak pidana (lihat di Kompas, Sabtu 14 April 2001).

Secara jelas, asas pembuktian terbalik ini disebut dalam Pasal 37 Ayat (1) UU Nomor 31/ 1999 yang berbunyi “terdakwa mempunyai hak untuk membuktikan bahwa ia tidak melakukan tindak pidana korupsi”.

Jika memang asas pembuktian terbalik ini diterapkan oleh Jaksa Penuntut Umum di persidangan nanti, tentunya akan episode baru dalam persidangan antikorupsi di Indonesia.

Tinjauan skenario ketiga

Skenario ini sangat cocok dikaitkan dengan etika seorang auditor dalam penugasan audit yang berisiko. Karena yang kita bicarakan adalah auditor eksternal pemerintah (BPK) maka mari kita tengok sudut pandang tersebut berdasar atas Standar Audit Pemerintahan yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, tahun 1995 khususnya pada Bab 8 paragraf 30-33 tentang Pelaporan Secara Langsung Tentang Unsur Perbuatan Melanggar/Melawan Hukum. Pada paragraf 30 dinyatakan bahwa “Dalam keadaan tertenu, auditor bertanggung jawab untuk secara langsung melaporkan unsur perbuatan melanggar/melawan hukum kepada pihak di luar pihak yang diaudit (instansi kepolisian dan atau kejaksaaan). Auditor harus harus memenuhi tanggung jawabnya meskipun auditor telah mengundurkan diri atau diberhentikan dari penugasan auditnya.”

Artinya, secara standar audit pemerintahan…apa yang dilakukan oleh Khairiansyah adalah TEPAT! Sehingga tidak mengherankan memang, jika Khairiansyah dengan berani melaporkan usaha percobaan penyuapan tersebut kepada KPK, karena memang dalam standar audit yang menjadi pedoman dalam melakukan audit, memang memperbolehkan ia melakukan tindakan tersebut.

Penutup

Penulis memberikan rasa salut yang setinggi-tingginya kepada Khairiansyah (dan juga KPK) yang dengan sangat berani berusaha keras untuk mengungkapkan usaha percobaaan penyuapan tersebut. Dari uraian di atas, memang secara Undang-Undang (khusunya UU No 31 tahun 1991 tentan Anti Korupsi) dan Standar Audit Pemerintahan BPK, apa yang dilakukan oleh Khairiansyah memang dapat dibenarkan.

Namun demikian, apa yang dilakukan oleh Khairiansyah sebagai anggota tim audit KPU Pusat secara prosedural organisasi memang harus diakui sebagai kurang tepat. Karena memang secara jelas, urutan hirarkis tanggung jawab dalam penugasan audit tersebut telah ada dan harus dipatuhi. Akan tetapi, ada sebuah fakta yang tak terungkap yang mungkin menjadi pertimbangan Khairiansyah untuk tidak melaporkan masalah percobaan penyuapan ini kepada atasannya. Mungkin saja, Khairiansyah tidak percaya lagi pada atasannya, karena seperti yang terungkap kepada media massa bahwa Ketua BPK, Anwar Nasution dan Ketua KPU Nazaruddin Syamsudin telah mengadakan pertemuan tanggal 30 Maret 2005 yang kemudian ditengarai oleh beberapa pihak, telah menghasilkan deal-deal tertentu yang menguntungkan KPU.

Tidak mengherankan kemudian, jika pada akhirnya Khairiansyah mengambil tindakan sendiri untuk melaporkan percobaan penyuapan tersebut kepada KPK, karena jika hal tersebut dilaporkan harus terlebih dahulu ia laporkan kepada atasannya tentu saja akan memakan waktu yang panjang dan bukan mustahil hanya akan didiamkan saja.

Khairiansyah boleh diejek oleh atasannya di BPK sebagai “pahlawan kesiangan” atau “mencari popularitas”, tapi di mata rakyat dan orang-orang yang mendambakan keadilan dalam pemberantasan korupsi, ia ibarat tetesan air hujan di musim kemarau yang panjang. Apa yang dilakukan oleh Khairiansyah dan KPK dalam menangkap Mulyana atas tuduhan penyuapan telah menjadi titik awal pengungkapan korupsi lebih lanjut di tubuh KPU. Karena selanjutnya kalangan DPR telah meminta hasil laporan audit BPK di KPU sebagai fungsi kontrol terhadap proses penyelidikan korupsi di KPU.

Selain itu usaha KPK dan Khairiansyah telah memberikan efek politik dan pemberitaan yang sangatlah luar biasa, sehingga mampu memberikan semangat bagi kalangan masyarakat anti korupsi untuk terus mengungkap praktik-praktik kejahatan yang tergolong extraordinary ini.

***

*Tulisan ini atas permintaan salah seoarng dosen di kampusku untuk tujuan case study di kelasnya..semoga bermanfaat....


Thursday, April 07, 2005

NICE GUY FINISH LAST
Renungan Seorang Lelaki di Usianya yang ke-25

“Masa Depan adalah Milik Mereka Yang Percaya Pada Indahnya Mimpi-Mimpi Mereka”
Eleanor Roosevelt

Menatap senja ini seakan menatap hari yang biasa, tanpa ada perbedaan.
Namun segera aku tersadar, tepat puku 12 nanti, aku segera menjelang usia 25 tahun. Hmmm…tanpa terasa tanpa berbinar…Aku sangat bersyukur, di usia seperempat abad ini aku masih memiliki waktu untuk sekedar menapaki ingatan masa lalu.
Masih memiliki kesempatan untuk menggoreskan segala harapan dan pikiran di benakku. Menatap perjalanan sepanjang 25 tahun ini adalah menatapi sebuah rangkaian tulisan yang penuh makna dan siratan. Rentetan tulisan itu memuaikan rasa syukur yang mendalam terhadap semua kebaikan-Nya, semua kasih sayang-Nya dan semua petunjuk serta ampunan-Nya.

Di usia seperempat abad ini, aku bersimpuh sujud syukur kepada-Nya…atas semua keindahan dan kebaikannya yang ia berikan kepadaku..
Walau perjalanan hariku terus tertatih-tatih pada duri-duri ketidaksabaran dan kebimbangan…
Aku tak harus berharap seperti Gibraltar yang seusiaku mampu memimpin pasukan muslim memerangi Romawi di Spanyol, sampai namanya hingga kini diabadikan menjadi sebuah nama terkenal bernama Selat Gibraltar,
Aku juga tak mau berharap seperti Joseph Broz Tito yang kala seusiaku sudah mampu memobilisasi kaum Partizan Yugoslavia guna memerangi pendudukan Jerman,
Aku juga tak pernah bermimpi seperti John Terry yang tepat seusiaku dengan penuh percaya diri memimpin rekan-rekannya di Chelsea untuk menaklukkan daratan sepakbola Eropa.
Biar-biarlah..bila jendela waktu dan takdir membawa rekan2ku ke perjalanan yang makin menuju kemapanan..
Syukur-syukurlah..bila pintu-pintu lorong waktu telah membawa mereka ke peran yang baru dalam hidupnya…

Biarlah aku terus pula berjalan perlahan…karena;
Aku hanya ingin menjadi seseorang yang lebih baik dari hari ke hari mulai detik ini…
Aku hanya ingin menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain walau hanya dengan sedikit mulai menit ini..
Aku hanya ingin menjadi seseorang yang mampu menginsipirasikan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik walau sekecil apa..mulai jam ini..
Aku hanya ingin menjadi seseorang yang lebih dekat dan menyayangi-Nya mulai hari ini….

Perjalanan menyusuri dimensi waktu yang baru akan aku mulai beberapa jam lagi..
Terus menapak dan menapak..
Lalu kemudian menyerahkan semuanya pada sang waktu yang pongah
Untuk apakah aku tertulis di buku sejarah atau tidak,
Apakah aku tertulis dibagian muka, tengah atau bab penutup buku tebal peradaban
Untuk apakah aku tertulis di batu nisan dengan nama yang kemilau atau kusam,
Apakah aku ada di sudut makam yang menebarkan pesona keberanian..atau di sudut makam yang menyiratkan kegelapan….

Lebih Peduli pada karakter Anda daripada reputasi Anda. Karakter Anda adalah siapa Anda sebenarnya, sementara reputasi hanyalah apa yang orang lain pikirikan tentang Anda.
-John Wooden

Semangat ini aku dedikasikan untuk mereka yang telah akan dan selalu berdiri rapat di-sekitarku, yang dengan jalannya masing-masing membentuk karakter-ku menjadi orang yang lebih baik..
Terima kasih untuk kalian yang mau bertahan di kala amukan badai, terpaan dingin dan angkuhnya gelombang pasang perjalanan hari..

Selamat Ulang Tahun Gaizka..
Nice Guy Finish Last….



Tuesday, April 05, 2005

#PERAWAN YANG TERLUKA#

Engkau mencoba menahan isak tangis yang dalam
Dengan sisa-sisa ketegaran yang masih kausimpan
Beranjak pergi menyongsong matahari senja

Perawan yang terluka….
Mungkin yang terbaik tak bisa teraih
Mungkin yang terindah tak harus terjadi
Mungkin angan tak dapat menjadi nyata

Perawan yang terluka…..
Saat persimpangan berbeda tujuan
Dan kenyataan bahwa jalan hidup tak mesti sama
Perpisahan adalah jalan terbaik

Perawan yang terluka…..
Dia tak kan pernah jadi sempurna
Karena ia ingin tetap apa adanya
Hingga jangan salahkan dirinya bila mengabaikanmu
Sebuah alasan yang sungguh sempurna untuk pergi darimu

Perawan yang terluka…..
Ketika selamanya harus berakhir, cobalah untuk memulainya kembali
Ketika pelukannya tak lagi bisa menenangkan hatimu yang sedih, cobalah untuk melupakannya
Relakan-relakan saja ia pergi seraya membawa kebimbangannya

Perawan yang terluka…..
Dengan perasaan apapun
Engkau harus bisa merajut dirimu yang sempat terkoyak
Melupakan setiap kepingan waktu dan kenangan lama

Perawan yang terluka…..
Aku hanyalah bayangan hitam di kala terik siang
Namun bayangan itu dengan segala kekurangannya
Mungkin bisa menaungimu barang sedikit
Demi membantumu merajut yang terkoyak…..

Di malam penuh kepenatan…
Untuk Para Perawan yang Pernah Terluka....^_^

Monday, April 04, 2005

>>Aku Menjawab Dengan Diam<<

Seminggu yang lalu dalam suatu diskusi “mendadak” di dunia maya aku ditanyai oleh seorang rekanku..Pertanyaan yang simpel, tapi dalam makna jawabannya..
Apa sih tujuan hidupmu??

Aku sempat terdiam beberapa saat..karena memang itu bukan pertanyaan yang mudah untuk orang serumit aku…lalu dengan sekenanya aku jawab saja bahwa aku ingin menjadi manusia yang berguna bagi nusa bangsa dan agama. Huhuhuuh…masih ditambah lagi dengan kata-kata bahwa aku ingin bahagia dunia dan akhirat…hihihihi..kenapa gak ditambahin aja sekalian, bahwa tujuan hidupku adalah, “kecil di suka dan muda terkenal, tua kaya raya lalu mati masuk surga??

Sementara itu Duri, rekanku diskusiku yang lain, menjawab pertanyaan tadi dengan sigap… tujuan hidupku adalah untuk beribadah…

Sejurus kemudian Anggi si penanya menjawab paling akhir…aku ingin jadi seorang ibu yang baik..


Di dua dan tiga malam berikutnya, pertanyaan itu masih menggelayut dibenakku. Bukan..bukan karena aku tidak punya tujuan hidup dan bukan juga oleh karena jawabanku atas pertanyaan si Anggi yang asal jawab..bukan-bukan itu. Yang membuat aku bertanya adalah,

Apakah aku sudah berada dalam jalur yang tepat di jalan tujuan hidupku?

Apakah aku sudah separuh jalan untuk menggapai tujuan hidupku??

Atau bahkan aku terlempar jauh dari tujuan hidupku?

Atau malahan aku sudah lupa dengan tujuan dan makna hidupku? Karena terasing dalam noda materialisme dan pragamatisme sehari-hari?


Lagi-lagi aku tidak dapat menjawab dengan pasti..aku tidak bisa menjawab dalam segala kerumitan diriku…aku hanya bisa (sementara ini) menjawab dengan diam…dalam bisu dan sepi…layaknya bait-bait tulisan ini:


Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
Aku bermimpi ingin mengubah dunia.

Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.

Maka cita-citaku itu pun agak kupersempit,
Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.

Namun tampaknya,
Hasrat itupun tidak ada hasilnya.

Ketika usiaku makin senja,
Dengan semangatku yang masih tersisa,

Kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
Orang-orang yang paling dekat dengan-ku.

Tapi celakanya,
Mereka pun tidak mau berubah!

Dan kini,
Sementara aku berbaring saat ajal menjelang,

Tiba-tiba kusadari:

“Andaikan yang pertama-tama ku ubah adalah diriku,
Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,
Mungkin aku bisa mengubah keluargaku.
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,
Bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku;
Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa merubah dunia!”

***

Hasrat Mengubah Dunia,

Terukir di sebuah makam di Westminster Abbey, Inggris, 1100 M.

Monday, March 21, 2005

Pemburu Hantu, Fenomena, Sisi Lain dan Midnight Live

**Pemburu Hantu, Fenomena, Sisi Lain dan Midnight Live**

Setelah lewat 5 hari bekerjakeras.... jelas akhir pekan adalah waktu yang sangat ditunggu-tunggu. Begitu juga dengan aku, sepulang dari kantor aku langsung ingin segera pulang, -bristirahat, membaca buku atau sekedar menonton acara-acara sepakbola di TV.


Yupss..acara-acara di TV. Tapi ternyata ini kan hari Jumat, jadi acara sepakbola tidak terlalu banyak, karena matchday baru dimulai di hari Sabtu dan Minggu.
Tapi tak apalah kataku dalam hati, yang penting bisa merebahkan badan sambil membunuh kantuk dengan menonton acara TV.

Well, tepat pukul 10 malam, remote TV di tanganku mulai mencari-cari acara yang layak di tonton. Sejuru kemudian aku berhenti di channel No. 11.Yups..itu channel-nya Lativi. Ternyata di televisi milik juragan Pasaraya ini sedang ada acara Pemburu Hantu. Sebuah acara yang berisi tentang perburuan makhluk2 halus di rumah-rumah oleh beberapa kiyai/paranormal. Alur ceritanya macam-macam, mulai dari pegusiran mahluk2 halus tersebut, pengenalan makhluk halus via medium manusia (yang biasanya diambil dari para penonton di lokasi syuting), sampai dengan lukisan makhluk gaib tersebut yang dikerjakan secara gaib pula. Dan jangan lupa, ada bintang tamunya dari kalangan selebritis lho...

Jarum jam ada di pukul 10.30 malam. saat aku behenti di channel Trans TV yang sedang ada acara bertitel Fenomena.

Acara ini berisi tentang cerita-cerita seputar kehidupan malam diberbagai kota besar. Dan ternyata malam ini tema yang diambil adalah tentang para “kucing”. Kok kucing dibahas di kehidupan malam sih? Kucing yang ini lain, dia gak bisa meong2 kayak kucing di rumah. Karena yang dimaksud dengan "kucing" adalah para penjaja cinta yang homo/gay. Artinya mereka khusus melayani hubungan cinta dengan sesama lelaki. Lalu secara gamblang, mengalirlah cerita dari para penikmat kehidupan tersebut. Herannya semua disorot dengan jelas (tanpa remang2, apalagi sepotong2), pengakuan orang2 yang memakai jasa para kucing tadi. Mereka bercerita dengan penuh semangat berbagai istilah seperti mandi kucing, gigit kucing, “nembak” sampai dengan pesta para kucing.

Semuanya diceritakan secara jelas, lengkap dengan gambar2 pesta tari menari dari para homo-homo tersebut. Dan secara kebetulan sudut kota yang diambil ceritanya adalah kota Surabaya. Hohoohoho..si kota Pahlawan ternyata sekarang sudah menjadi Kota Para Homo…hmmm

Pukul 11.30 malam. Trans TV….menyusul acara fenomena adalah acara Sisi Lain (atau Sisi apa gitu, saya lupa nama acaranya). <>Tidak beda dengan fenomena, acara ini juga menceritakan tentang kehidupan malam penikmat dunia. Jika sebelumnya yang menjadi fokus adalah kehidupan para “kucing”, maka di acara ini yang diangkat adalah “kafe dangdut”.

Kafe dangdut ini ada di daerah-daerah sub urban dan mayoritas penikmatnya adalah masyarakat kelas menengah-kebawah. Hampir sama dengan kafe-kafe di kota2 besar, kafe dangdut juga menawarkan sensasi kehidupan malam ala kalangan menengah bawah. Di balik goyangan dangdut, dijelaskan dengan detail apa-apa saja yang bisa ditawarkan kepada para tamu di kafe tersebut termasuk jasa para pramuwismanya yang bisa diajak kencan.... saat ini kafe dangdut dengan pelayanan plus, sudah mulai banyak berkembang di daerah2 sub-urban di pinggiran pantai Laut Jawa. Ternyata, demam dunia gemerlap, tidak hanya menimpa kota-kota besar, daerah-daerah sub urban pun sudah terkena gejalanya....wewww...


Pukul 12 malam. Metro TV. Acara Midnight Live,

Dipandu Helmy Yohanes, dengan duduk membelakangi kamera, seorang wanita sedang menceritakan kisahnya. Saya pikir ini tema kisah2 para TKW malang di negeri seberang. Eh, ternyata saya salah besar. Tema acara MIdnight Live tersebut adalah “Cewek Tender”.

What? Iya, itu tentang kisah para wanita2 baik yang berkeja di perusahaan atau yang sengaha disewa untuk melobi pejabat atau bos-bos perusahaan tertentu demi memenangkan tender.

Menurut keterangan seorang nara sumber, proyek yang menggunakan jasa lobi para cewek tersebut dimulai dari angka 6 miyar ke atas. Para cewek tadi ada yang dipekerjakan di perusahaan-perusahaan yang ikut tender (mereka diperintahkan bosnya untuk melobi) atau dari pihak luar. Untuk yang dari perusahaan ikut tender, biasanya mereka mendapat komisi 10% dari nilai tender (Wowww…) sementara untuk cewek2 yang direkrut dari luar, tarif mereka adalah 2 jut rupiah perhari (Hmmm….). Servis mereka macam2...mulai dari menemani jalan-jalan, clubbing, sampai menemani mereka bobo2an....:p

Pukul 01.00 dini hari....
mataku menerawang ke langit2 di balik kaca jendela kamarku. Di mana terlihat jelas temaram lampu gedung2 tinggi Jakarta...serentetan cerita2 bernuansa mistis dan maksiat di televisi tadi sedikit banyak membuat kepalaku berpikir...

Pemburu hantu dan dedemit, para pria homo, wanita penghibur di kafe dangdut, cewek tender……………lalu apa lagi?? Itu suguhan yang aku dapat di Jumat malam. Semuanya tanpa perlu riset langsung layaknya Moamar Emka penulis Jakarta Under Cover, tetapi langsung disuguhkan di layar Digitec Ninja 14 inchi di kamarku. Apa yang salah?? jelas ada yang salah........Bangsa ini sudah semakin gila, buas dan semakin jauh dari peradaban manusia yang beragama dan bermoral...

Ditengah kantukku....seketika itu membayang, kisah kaum nabi Luth yang dibinasakan oleh Allah dengan hujan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi (QS 11:82) karena kaumnya senang melakukan liwath (homosexual).
Aku teringat kisah kaum Nabi Shaleh (bangsa Tsamud) yang dibinaskan Allah dengan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim (QS 11:67) karena perbuatan mereka menusuk unta yang dijadikan larangan oleh nabi Shaleh AS.

Aku juga terngiang cerita kaum ‘Ad (kaum Nabi Huud) yang diazab oleh Allah karena mereka tidak percaya dengan ajakan Nabi Huud untuk menyembah Allah....aku teringat kaum nabi Nuh...yang diazab Allah dengan banjir besarrrr..
Akhhh...
a
ku jadi merinding, bagaimana jika bangsa ini juga kelak juga dibinasakan oleh Allah, karena manusianya sudah terlanjur bebal untuk mendengar kebenaran?? bagaimana jika bangsa ini ditamatkan Allah karena kita semua sudah teramat gila dalam membuat kerusakan??

Lebih merinding lagi aku, jika memang kita tidak diberikan kesempatan untuk bertaubat barang sedikit. Jika kaum2 yang beriman dari para Nabi di atas, diselamatkan oleh sang Nabi terlebih dahulu, bagaimana dengan kita?? iman tidak beriman, salah tidak bersalah, dosa tidak berdosa...semua akan dimusnahkan..karena kita satu bangsa yang tidak perduli untuk mengingatkan satu sama lain...

Aku lalu teringat dahsyatnya Tsunami di Aceh….akankah itu peringatan awal…???
Masya Allah, segera aku bergegas tidur...dan sekali ini akan bangun pagi untuk berdoa dan menyongosong fajar..


Tuesday, March 01, 2005

BINTANG YANG (TAK) TERPILIH...

"Kamu yang sekarang adalah hasil dari pilihan-pilihan kamu di masa lalu"

Wew..kata2 itu terus mengiang di benak Gaizka sampai sekarang. Bukannya apa2, di usia2 kritis seperti sekarang ini (remaja enggak, dewasa-berkeluarga juga belum), setiap pilihan yang diambil, sangat menentukan jalan kita ke masa yang akan datang.
*So what gitu loo??*
Bukannya gitu, kalo soal pilihan karier, Gaizka memiliki pilihan karier yang cukup jelas...pilihan jalan yang memang berbeda dengan orang kebanyakan. Gaizka gak mau jadi orang yang berada di gedung2 tinggi dan berdasi tetapi setiap hari mencari cara untuk korupsi dan manipulasi. Gaizka tidak mau menjadi orang yang setiap hari datang pergi hanya demi materi dan dunia. Gaizka memang memilih untuk berbeda dengan yang lain, ia memilih untuk mengabdikan dirinya bagi kemajuan peradaban. Mulai dari peradaban sekelas kampung RW sampai peradaban dunia kelak...
*Tapi itu untuk karier....untuk percintaan???*
Itu masalahnya. Meminjam istilah Gaizka..baginya pendamping hidup itu haruslah seperti bintang di langit malam. Maksudnya? bahwa pendamping hidup tak harus se indah bunga mawar apalagi seterang cahaya bulan. Pendamping hidup juga tak harus seperti matahari yang bersinar terang dan angkuh di kala siang. Pendamping hidup juga tak harus seperti permata yang mahal dan eksotik. Cukuplah pendamping hidup seperti cahaya bintang redup yang menerangi diri di saat gelap malam, cukuplah bintang waluku menjadi penunjuk arah di kala tersesat, cukuplah tatapan bintang nun jauh di sana menyejukkan perjalanan walau tak harus bersama setiap waktu...cukuplah sang bintang yang rendah hati memantulkan sinarnya ke bulan demi ia terlihat lebih terang........
*Oke, kalo bintang..terus kenapa??*
Masalahnya, bintang itu bertaburan di seluruh jagat langit dengan acak. Bagaimana memilihnya yang cocok itu yang jadi pertimbangan berat. Tak mudah loh, menunjuk satu bintang di antara jutaan bintang di langit gelap. Fiuhh...aku semakin gak ngerti ama anak ini...jadi bingung juga mengikuti jalan pikirannya.
Tapi sebenarnya saat ini aku sudah ada sih Bintang yang Terpilih...tiba2 Gaizka memecah kebingunganku. Wah, kalo gitu, sudah jelas dong..tinggal digenggam aja bintang-nya, candaku.
*Iya, kenapa gak digenggam langsung bintang-nya??*
Hahahahah...life is not that easy bro...
apa yang harus digenggam jika bintang itu sinarnya berbeda dengan sinar bintang yang seharusnya?? apa yang harus aku genggam jika perbedaan sinar itu adalah perbedaan yang hakiki? apa yang harus aku peluk jika beda sinar itu tak mungkin menyatu? Apa yang harus aku lakukan jika sinar itu harus berjalan sendiri-sendiri?
Itulah bintang yang terpilih...bintang yang aku yakini mampu menerangi malamku, membantu menunjuk jalanku, bintang yang rendah hati dan bintang yang berbeda terangnya dengan bintang yang lain??
*Segera ambil keputusan dong...genggam atau lepas...*
bah..semua orang seluruh dunia rasanya bilang seperti itu. iya..iya...aku selalu berusaha untuk mencari keputusan yang terbaik...aku sedang berusaha...seperti usaha yang tak kenal henti dari Sekutu untuk melakukan pendaratan di Sicilia dan Normandia kala Perang Dunia II.
Aku juga tak pernah berhenti berdoa, layaknya Nelson Mandela, kala ia di-penjara puluhan tahun di penjara Capetown...aku juga tak pernah berhenti berharap layaknya Yasser Arafat yang selalu ingin ada nya perdamaian di Jalur Gaza hingga hembusan nafas terakhir...
Gai
zka...sedang dan selalu mencari yang yang terbaik...demi Bintang Yang (Tak) Terpilih....
Hmm..kalo begitu, selamat mencari jalan yang terbaik sahabat...semoga jalan terbaik itu segera terbuka....


Tuesday, February 22, 2005

Antara Ada Dan Tiada...

Antara Ada dan Tiada...(Risiko Tanggung Sendiri...)

Setiap ku melihatmu, aku melihat bayang hampa di belakang pijar aura-mu yang biru...
setiap aku memeluk rindumu, aku melihat ada hentakan lepas dari tanganmu yang polos..
di kala aku memujamu, aku melihat ada kabut takdir yang menghalangi..
ketika aku mengagumi tegarmu, aku dihalangi siluet gelap perbedaan kita
di saat kau memintaku aku untuk TIDAK BERHENTI BERHARAP, aku paham ada belenggu nestapa menantiku
*
saat aku berujar perih, aku tahu ini luka kelak...
yang tetesannya tak akan mengalir kecuali aku yang memulainya...
lebih dari itu...aku sangat mencintainya...sampai aku tersadar...
*
(mungkin) Ku tak bisa menggapaimu..tak kan pernah bisa
walau sulit tapi aku, tak mau lepas lari
kau hanya mimpi bagiku, tak mungkin jadi nyata...segala rasa untukmu, kukhawatirkan akan lenyap dan berakhir....
*
Di waktu-waktu terakhir penghabisan, di penghujung paruh doa dan pintaku..
aku masih berharap mendapatkan hal yang terbaik....
*
Terima kasih atas perjalanan ini...........

Tersenyum Lebih Lebar...

**TERSENYUM LEBIH LEBAR...**

Wuihhh...dah lama banget gak nulis di-blog..
maklum, selain sibuk...game online bernama Hattrick, lebih membuatku sibuk dibanding harus corat-coret di blog tercintaku ini...
Hari ini ada yang sedikit berbeda...
aku bangun pagi..mandi pagi..ngantor pagi...bekerja dengan penuh semangat dan energi..sampai2 saking semangatnya, aku marah2in grantee yang gak ngerti2 ngerjain follow-up data, wheeheheheh....kebanyakan energi jadinya, malah marah2...

Iya...hari ini memang beda...
gak tahu kenapa, aku lebih nothing to loose dalam menghadapi hari dan tantangan hidup. Kayaknya lebih lepas aja...
Oh, aku tahu....ini hari kedua aku memakai kacamata baru, hueheheheh...jadi mungkin dengan itu, aku jadi lebih optimis dan ceria...
buseytt...kok jadi kayak diary begini yahh??
--------------------------->>>
Tersenyum lebih lebar....karena memang hidup bukanlah suatu kesusahan dan kepenatan. Hidup adalah kesempatan untuk memberikan yang kita punya bagi dunia.
Tersenyum lebih lebar...karena memang perjalanan waktu bukan untuk diisi dengan tangisan kesedihan dan kesia-siaan...waktu adalah peluang untuk mengisi lembaran sejarah dunia dan bangsa...
Tersenyum lebih lebar......karena memang kita harus bisa menik mati setiap ketukan langkah dengan irama yang berdayun gembira, bukan dengan duka dan ketakutan akan masa lalu yang jera...
Tersenyum lebih lebarr....demi menggapai cita, harapan dan impian...
dirimu esok hari adalah rencana dirimu yang sekarang....

Aku takut aku akan bingung kelakk jika ditanya..
^^GATOT^^....sudah kaugunakan untuk apa waktumu di dunia ini???
Wuihhhhhhhh....

Monday, January 10, 2005

Ketika Allah Mengatakan Tidak...


Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah ambillah kesombonganku dariku."
Allah berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus
menyerahkannya."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang
cacat."
Allah berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah
sementara."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kesabaran."
Allah berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam
menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kebahagiaan."
Allah berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung
kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan."
Allah berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan
mendekatkanmu pada-Ku."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku segala hal yang
menjadikan hidup ini nikmat." Allah berkata, "Tidak. Aku beri kau
kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain,
Sebesar cinta-Mu padaku.
Allah berkata... "Akhirnya kau mengerti .!!"
Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah
payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak
ada
hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan
lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, sementara orang
lain
dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. Kita sudah bekerja keras dalam
pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang
mendapatkannya-tanpa
susah payah.
Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir
dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti
pasangan.
Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang
terus meningkat. Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang
sedang
demam dan pilek lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas
badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa
demam
(maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita
berdoa
memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu
  lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala
  dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh
  dulu
  baru boleh minum es yang lezat itu. Begitu pula dengan Allah, segala
  yang
  kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak
  sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya. Karena Allah
  tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita
  sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.


* Dari sebuah email berantai rekan2ku...
** Saat Lelah Mulai Melandaa...

Tuesday, January 04, 2005

Tuhan, Apakah ini Hukuman...?

Tuhan, Apakah ini Hukuman...?
Manusia selalu merasa menguasai alam.
Manusia melihat alam ini sebagai tantangan untuk ditaklukkan.
Walau betapa kecil ukuran manusia dibandingkan dengan luasnya alam, kerakusan dan ketamakan manusia telah membuat kerusakan alam di mana-mana, sedikit demi sedikit, tetapi makin lama makin cepat.

Bumi dilubangi untuk diambil isinya, hewan dibunuhi untuk kesenangan atau ditangkap untuk tontonan. Tanaman dibabat untuk digantikan dengan barang-barang buatan manusia.
Langit-sungai dan samudra secara perlahan ikut dirusak oleh senyawa-senyawa ciptaan.
Bahkan saut manusia MENIADAKAN manusia yang lain demi sebuah kejayaan yang tidak jelas bentuknya.
Dan hasil dari itu adalah semua juga lahir berhala-berhala baru...
Sampai kapankah manusia sadar akan kesalahan yang terus berjalan ini?

Alam nan bijaksana sudah memperingatkan dengan berbagai tanda, dari yang kecil sampai yang besar. Namun berapa gelintirkah manusia yang tahu BAHASA ALAM??
Sampai kapankah ketamakan dan kebebalan masih harus berlangsung?

Lewat bencana, alam mencoba berbicara dan memberi tanda.
Namun bencana itu bisa jadi bukan apa-apa bagi yang bebal dan buta..
Ya Tuhan..
semoga bencana ini hanya sekedar peringatan. Betapa kami takut akan hukuman dari-Mu....

* Dari KOMPAS, Selasa 28 Desember 2004 Halaman 9...

** Turut berduka cita yang sangat dalam atas musibah Tsunami di Aceh dan Sumut...
Allah sesungguhnya tengah memperingatkan kita semua....
Semoga saudara-saudaraku di Aceh dan Sumut diberi ketabahan dan ganjaran surga kelak...

Wednesday, December 15, 2004

Dimana harus berlabuhhh???

Sepenggal jalan telah berakhir,
walau setapak perjalanan sedikit terbentang..
pengalaman indah masihlah terkenang..
ada datang ada pergi..
ada awal ada akhir..
terima kasih atas 9 bulan yang menakjubkan,
bersama orang2 berbeda bangsa..berbeda karakter..berbeda kisah..
semua bahu membahu
demi satu tujuan...tegaknya demokrasi di bumi pertiwi..
Semoga masa depan yang lebih baik bersama kalian..


** Salute to UNDP Election Programme Staffs 2004- Indonesia

Friday, September 24, 2004

Sebuah Harapan Untuk Presiden Baru..
Jangan Ciptakan Mesin Kekerasan, Susuri Labirin Korupsi dan Stop Penindasan…

Sori baru posting sekarang, telat soalnya, setting blog-nya ngadat..
daripada dibuang, lebih baik tetap di-posting aja..

Walaupun hasil perhitungan resmi KPU belum kelar, namun Presiden baru Indonesia versi Quick Count, SBY tampaknya tidak akan terbendung lagi untuk tampil menjadi pemenang. Meskipun, Pilpres II kemarin, saya memilih untuk menjadi golput yang bertanggung-jawab (datang ke TPS tapi nyoblos dua2nya, hehehe), namun…saya menyambut dengan legawa siapapun pemenang dari pemilu tersebut. Maka kalo kemudian SBY yang menjadi persiden, saya tetap menaruh harapan yang tinggi untuknya. Sebuah harapan yang mungkin menjadi harapan bagi semua anak bangsa.
  1. Jangan Ciptakan Mesin Kekerasan

Sejarah panjang kekerasan bangsa ini sudah sangat mengental. Mulai dari zaman Ken Arok, Majapahit, Perang Kemerdekaan, Pemberontakan PKI sampai dengan DOM dan terror bom. Untuk itu, wahai SBY, janganlah ciptakan mesin-mesin kekerasan baru di tanah air ini. Saya harus khawatir, karena memang SBY adalah seorang jendral militer. Mimpi buruk akan kekerasan dan intimidasi, masihlah membekas di benak kita. Bagaimana orang tua kehilangan anaknya, istri kehilangan suaminya, anak kehilangan bapaknya, sampai sahabat kehilangan rekan seperjuangannya.

Apa pun alasannya, kekerasan bukanlah cara-cara yang demokratis dalam menyelesaikan segala permasalahan. Bangsa ini sudah bosan dengan tradisi kekerasan dan penyiksaan. Jadi Bapak SBY, tolong selesaikan segala masalah dengan kepala dingin, hati tenang dan tangan terbuka. Bukan dengan kepala panas, mata merah dan tangan terkepal…

Kekerasan adalah lambang kemunduran akal sehat..

  1. Jangan Perparah Labirin Korupsi..

Ada sebuah pameo menarik..

<>Kalo zaman Suharto, sogok menyogok bisa di bawah meja…
Maka zaman Gus Dur, sogok menyogok bisa di atas meja…

Sementara di zaman rezim Megawati….

Sogok menyogok tidak cukup, karena mejanya juga kalo perlu bisa ikut ambil…
Kita semua paham, korupsi sudah menjadi bagian dari budaya kita. Korupsi adalah suatu permakluman dan kewajaran. Tapi bukan itu masalahnya….
Masalahnya adalah etika dan ketegaan kita dalam melakukannya.

Masalahnya karena kita tidak takut siapa-siapa..

Untuk itu, urailah, labirin korupsi tersebut dengan segala upaya dan komitmen. Saya yakin Pak SBY lebih jago dalam hal strategi pemberantasannya.
Jadi pak, tunggu apa lagi, mari kita selusuri labirin korupsi ini…
Kita buktikan, bahwa kita bangsa yang jujur dan tegak akan keyakinan yang ada..

  1. Stop Penindasan
Berpihaklah pada rakyat kecil, wahai presiden pilihan rakyat…
Jangan engkau tindas dan injak kami yang mencari sesuap nasi..

Lelah rasanya, jika kita melihat TV, yang berisi tangis isak orang digusur..teriakan frustrasi orang yang kelaparan dan jeritan pasrah orang yang tak memiliki pekerjaan.

Jika sudah begitu, janganlah tindas orang-orang kecil tersebut. Tuntunlah mereka ke dunia penuh pengharapan..berilah mereka asa untuk tetap bertahan nafas. Penindasan adalah kesewenanga-wenangan. Dan rakyat Indonesia, memilih SBY bukan untuk menindas apalagi berbuat sewenang-wenanga.

Sekali lagi,

Selamat bekerja Bapak SBY…

Thursday, September 16, 2004

Keuangan Pribadi: 5 LANGKAH BER-SMART SHOPPING

Sebenarnya ini artikel untuk sebuah newsletter, tapi karena sesuatu dan lain hal, temanya harus diganti. Daripada cuma terpendam saja, lebih baik saya posting di blog-saya.
Lagian, lama dikritik juga, kenapa blog-nya tidak di-update-update, hehehehe..
maklum, lagi sibuk nehh..
Selamat menikmati tulisannya...

***
<>

5 LANGKAH BER-SMART SHOPPING

Jika seandainya ada sebuah survei tentang penggunaan uang setiap bulannya, Saya sangat yakin 8 dari 10 orang yang disurvei akan menjawab berbelanja sebagai jawaban pertamanya. Benar, sudah menjadi hasrat kebanyakan orang bahwa berbelanja lebih menyenangkan dibandingkan dengan menabung, membayar premi asuransi, apalagi untuk membayar cicilan hutang. Pertanyaannya sekarang, apakah berbelanja itu buruk? Apakah berbelanja itu sama saja pemborosan dan mengahambur-hamburkan uang? Jawabannya tentu saja tidak. Karena sepanjang kita cerdas dalam menggunakan uang untuk berbelanja, yang istilahnya disebut ber-smart shopping, maka berbelanja tidak akan menjadi beban keuangan kita. Nah, dalam kesempatan ini, Saya ingin menyampaikan 5 langkah ber-smart shopping untuk Anda. Berikut 5 langkah-langkah tersebut.

  1. Buat Daftar Belanja Dan Patuhilah Daftar Tersebut

Seperti halnya jika Anda ingin melaksanakan suatu aktivitas penting, berbelanja juga perlu ada perencanakan lho. Perencanaan dalam berbelanja yang Saya maksud adalah menyusun sebuah daftar belanja. Mungkin bagi sebagian orang, membikin daftar belanja adalah hal yang mudah. Namun daftar belanja yang Saya maksudkan, bukanlah sekedar daftar belanja biasa. Saya sebut tidak biasa karena daftar belanja ini juga harus memperhatikan 2 hal penting. Nah, 2 hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat daftar belanja tersebut adalah pertama, membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam berbelanja dan yang kedua adalah memperhatikan anggaran belanja Anda. Pembedaan antara kebutuhan dan keinginan sebenarnya mudah saja, kebutuhan biasanya berkaitan dengan keperluan yang menjadi prioritas utama. Artinya jika Anda tidak memenuhinya, maka ada suatu hal yang Anda harus korbankan. Sementara keinginan, berkaitan dengan keperluan yang sebenarnya bukan sebagai prioritas utama, namun semata-mata karena godaan kepentingaan sesaat saja. Hal penting yang kedua adalah masalah anggaran belanja Anda. Dalam membuat daftar belanja, Anda juga harus menentukan dengan seksama berapa anggaran yang Anda sediakan untuk belanja tersebut. Penentuan besarnya anggaran berbelanja, juga harus memperhatikan pos-pos pengeluaran rumah tangga yang lainnya pula. Jangan sampai acara belanja Anda mengganggu pos-pos pengeluaran lainnya. Ingat, kebutuhan hidup Anda tidak hanya untuk bulan ini saja, namun juga untuk beberapa waktu ke depan. Jadi, bijaklah dalam menentukan besaran anggaran belanja Anda.

  1. Carilah Tempat-Tempat Belanja Yang Memberikan Penawaran Menarik,

Setelah Anda membuat daftar belanja dengan memperhatikan kebutuhan dan anggaran belanja Anda, maka saatnya Anda untuk memilih tempat-tempat belanja yang memberikan penawaran menarik. Penawaran menarik yang saya maksudkan misalnya: ada diskon besar-besaran, ada penawaran hadiah langsung, ada penawaran undian berhadiah atau mungkin ada penawaran-penawaran menarik lainnya. Nah, jika Anda memang gemar dan memiliki waktu untuk berburu penawaran-penawaran tersebut, tidak ada salahnya jika Anda mencobanya. Yang terpenting, Anda dapat mengambil manfaat dari penawaran tersebut. Entah mungkin mendapatkan barang dengan harga murah, mendapatkan hadiah langsung, atau memiliki kesempatan memenangkan hadiah undian mobil, misalnya.

  1. Perhatikan Kualitas Barang Yang Anda Beli,

Pada saat berbelanja suatu barang sebagian dari kita terkadang terlalu berfokus pada harga suatu produk. Ada benarnya sih, karena seperti poin satu di atas, kita kan harus mengecek anggaran belanja kita. Alih-alih mencari harga murah, kualitas produk Anda abaikan. Seperti iklan di TV, boleh murah……..asal jangan murahann! Anda pasti kecewa bila barang yang Anda beli dengan harga murah dalam waktu tidak terlalu lama sudah tidak dapat digunakan lagi. Anda juga yang rugi bukan?

Jadi, jangan terlalu terbuai pada harga murah dan diskon yang begitu besar, kalo ternyata barang tersebut memang berkualitas rendah. Jadi pintar-pintarlah Anda dalam menilai kepantasan antara harga dan kualitas barang tersebut.

  1. Pilihlah Alat Pembayaran Yang Paling Fleksibel,

Pemilihan alat pembayaran yang tepat juga penting lo dalam proses belanja Anda. Mengapa? Karena alat pembayaran yang Anda gunakan akan menentukan besarnya pengeluaran uang Anda selanjutnya. Sebagai contoh, bagi Anda yang cenderung “lapar” berbelanja, Saya menganjurkan untuk membawa uang tunai saja. Tinggalkan kartu debit dan kartu kredit di rumah. Sebab dengan hanya membawa uang tunai, maka keinginan belanja Anda akan sedikit terbatasi oleh jumlah uang tunai yang Anda bawa saat itu saja. Sementara bagi Anda yang lebih dapat mengendalikan prilaku belanja Anda, maka tidak ada salahnya menggunakan kartu debit saja. Karena dengan menggunakan kartu debit, Anda dapat mengendalikan belanja Anda sebatas saldo di kartu debit tersebut. Menggunakan kartu kredit adalah pilihan terakhir. Karena memang kartu kredit bukanlah uang lebih, Anda tetap memiliki kewajiban untuk membayar tagihan tersebut sebelum jatuh tempo. Jika Anda tidak dapat membayarnya, maka Anda akan terbebani oleh bunga kartu kredit Anda.

  1. Cek Kembali Barang Belanja Anda

Nah, sampai juga kita ke langkah terakhir ber-smart shopping.. Periksa kembali belanjaan Anda. Langkah ini bukan semata-mata memastikan bahwa belanjaan Anda sudah Anda bawa semua dan tidak ada yang tertinggal. Tetapi juga untuk memastikan bahwa memang barang yang Anda beli secara kualitas memang layak untuk Anda gunakan. Misalnya saja jika baju, maka jahitannya tidak ada yang rusak, warnanya tidak ada yang pudar dsb. Selain itu juga penting bagi Anda untuk mengecek daftar belanja Anda, apakah semua yang ada didaftar belanja, sudah Anda penuhi semua atau belum. Jika memang semua daftar belanjaan telah dipenuhi, segeralah menyelesaikan belanja Anda. Hal tersebut bertujuan agar Anda tidak kembali menambah pembelanjaan Anda.

Nah, itu saja dari Saya..semoga bermanfaat dan Selamat ber-smart shopping!!

Wednesday, September 01, 2004

Jangan Salahkan Gaizka!

JANGAN SALAHKAN GAIZKA...
Sejak kecil, kita semua memiliki cita-cita. Sejak kecil pula, kita sudah belajar bekerja keras guna menggapai impian. Menjelang dewasa, terkadang cita-cita di masa kecil kita akan larut menghilang ditelan waktu. Karena memang saat kita dewasa kita sudah belajar untuk lebih realistis menatap kerasnya dunia. Tidak heran bila orang dewasa cenderung menjadi berhati-hati (jika tidak mau disebut pesimis) dibandingkan dengan anak2 kecil.

Namun sekarang ini kita tidak akan berbicara panjang lebar mengenai perbedaan antara anak kecil dan orang dewasa memandang cita-cita. Kita sekarang akan berbicara mengenai pilihan hidup, pilihan jiwa dan pilihan akal sehat seseorang.

Adalah Gaizka...lajang yang hampir berusia seperempat abad, yang menggugah aku untuk berpikir kembali tentang makna hidup.

Bagi Gaizka, hidup adalah sebuah perjuangan untuk menggapai bara asa. Bagi Gaizka, setiap tarikan nafasnya di dunia ia dedikasikan untuk sebuah perubahan kehidupan. Gaizka pula yang selalu bersikeras untuk melaju menapaki jalan terja; yang ia yakini sebagai jalannya. Mengapa kehendaknya begitu keras? Argumen Gaizka cukup jelas, “hidup cuma sekali mas!”. Kalo hidup yang cuma sekali ini dihias dengan warna yang biasa-biasa saja, maka namamu akan hilang ditiup angin, lenyap tak berbekas, begitu ujarnya. Manusia hidup di dunia bukan untuk numpang lewat..tapi manusia hidup untuk menjadi manfaat bagi semua orang. Itu hakiki manusia bagi Gaizka.

Kontan aku menukas; “Aduh Gaizka, banyak orang yang gak pusing2 kok hidupnya. Masuk kantor pagi, pulang sore, malam berkumpul bersama keluarga, jalan2 bersama keluarga di akhir pekan dan sebagainya”. Cari duit sana-sini, demi beli rumah, motor, mobil, emas atau cari istri baru kalo bisa, tambahku. Ngapain berpikir perubahan, ngapain berpikir tentang kesejahteraan manusia, ngapain repot-repot mikirin ketidakadilan. Enakan diam di rumah. Heheheeh

Sekali lagi Gaizka menggeleng..

Dengan bibir sedikit bergetar Gaizka berucap; “Ada orang yang dilahirkan bukan untuk hidup tenang dan lurus”. “Ada orang yang dilahirkan memang untuk membuat sebuah perubahan, melindungi orang-orang yang tertindas, membela mereka yang kehilangan haknya. Ada orang yang garis tangannya memang untuk berpikir bagaimana memerangi kejahatan dan kesewenangan-wenangan. “Maka, jika Aku memilih jalanku yang terjal dan berbatu, itu bukan kehendakku, tapi aku memang dilahirkan untuk itu, jelas Gaizka.

Sekali ini aku terdiam..

Aku hanya bisa mengehela nafas dan pelan-pelan mengamini kalimat-kalimatnya..Benakku pun melayang. Aku yakin, masih banyak “Gaizka-Gaizka” yang lain, yang tak kalah hebat keyakinan akan jalan yang mereka pilih.

Jikalau, suatu waktu engkau bertemu mereka, hanya satu pesanku....jangan pernah salahkan mereka…Jangan pernah salahkan Gaizka…

<>
7Dalam 155A 10.24

Tuesday, August 03, 2004

Aku dan Cerita Cinta Sahabatku

Aku dan Cerita Cinta Sahabatku...
Memiliki sesuatu di dunia ini, adalah hal yang sangat indah..
terlebih lagi jika Anda memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa..
Dari mereka, mengalirlah berbagai cerita indah yang sering memenuhi ingatan..cerita-cerita itu terangkai dengan cantik memenuhi isi kepala..seakan tak mau lepas, mengingatkan aku akan segala waktu indah lampau..
Adalah Fahira..rekanku semasa kuliah, yang dulu waktu Ospek senang memakai kacamata hitam besar, sehingga kami sebut dia si Ubur-Ubur...yang bercerita bahwa saat ini ia tidak bisa jatuh cinta lagi. Bahwa ada seseorang yang mencintanya, namun tak dapat ia teruskan, karena memang rasa cinta dari dirinya telah lama hilang. Si Fahira, adalah salah satu sahabatku yang selalu menengok masa lalu, memindai kisah lama bagai baru..padahal seharusnya ia mampu melewati semua luka, demi membuka mata hatinya untuk yang lain..
Adalah Duri...rekanku yang lain. Tidak terlalu dekat sih waktu kuliah dulu, tetapi saat ini ia adalah sahabatku yang paling akrab..
Cerita cintanya tidak beda jauh dengan lebah yang tengah mencari madu bunga...namun karena banyak keraguan dan kebingungan yang kerap melingkupinya, ia menjadi sering tanggung dalam melangkah. Tak jarang sehingga pada akhirnya, kisah cintanya menjadi rapuh..
Sekarang, Duri tengah menikmati sebuah episode awal cinta yang penuh kehangatan..entah..sampai di titik mana ia akan berhenti...walau tampak menyukainya, namun ia sendiri merasa bingung, akan sampai di mana episode tersebut berhenti..Sebagai sahabat, aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya...
Adalah Randi...sahabat lekangku sejak SMP..yang sampai saat ini masih setia di Nagoya..tak kunjung bisa lulus-lulus dari bangku kuliah. Kisah cintanya sangatlah mulus sampai tahun ke-4...hingga badai mulai menerpa hubungan cintanya. Iya, semenjak Randi ber-PJJ dengan Rosa...sejak orang tua Randi tidak merestui,,,sejak Randi mulai mengenal Deka...dayungan perahu cinta mereka semakin berat..
Aku, yang berusaha berada di antara Randi dan Rosa, menjadi bingung...di mana setiamu Randi?? Di mana ketegaran dan kekuatan hati yang kau miliki?? ternyata semua sudah lebur di telan laut pantai selatan..
Tinggal Rosa..nun dijauh sana bersenandung lirih..bergumam pedih..dan mengumpat pasrah..
Semuanya memang serba sulit..terkecuali ada keajaiban..
tapi aku setuju dengan Rosa, yang berkata bahwa setiap awalan yang baik..harus diakhiri dengan baik pula..
Entahlah...
Cerita cinta sahabat2ku terus bergulir..seiring dengan sang waktu yang pongah..
Namun satu hal yang pasti, mengutip lengkingan lagu Aerosmith berjudul Cryin...
LOVE IS A SWEET MISERY....

_Belajar Nulis Di-Blog_