Showing posts with label My Day. Show all posts
Showing posts with label My Day. Show all posts

Tuesday, November 13, 2007

Terus Melangkah

Pasca ujian, aku punya waktu luang dari tanggal 1 Nov sampai tanggal kepulangan di tanggal 14 Desember. Niatku jelas, cari dana buat oleh-oleh keluarga di Indonesia. Pengennya sih kerja casual yang gak perlu memeras otak lagi. Tapi apa daya, badan rasanya males buat kerja-kerja casual, hehehe. Secara kebetulan, sehari setelah aku submit thesis, salah satu dosen di kampus, membutuhkan seorang research assistant (RA) untuk mengumpulkan data risetnya. Tanpa pikir panjang, aku langsung kirim aplikasi ke beliau. Selang 2 hari aku diinterview.

Interview berjalan dengan lancar, bahkan dia bilang bahwa dia kemungkinan besar akan memilih aku jadi RA dia, karena aku relatif familiar dengan data yang ia butuhkan. Mau tahu berapa budget-nya? 'cuma' $8000 (net) aja tuh. Kalo dirupiahkan, honor yang bakal aku terima untuk kerja selama kurang lebih sebulan tersebut adalah Rp64 juta. Senang? pastinya dunkzz!

Tapi apa lacur. Dasar tidak jodoh. Keesokan harinya dia memberikan kepastian kepadaku, bahwa dia lebih memilih kandidat yang lain, karena si kandidat ini memiliki waktu tinggal di Australia lebih lama (dia anak PR), dibandingkan aku yang akan pulang Desember nanti. Si dosen khawatir, jika aku sudah pulang nanti, apabila dibutuhkan data tambahan sewaktu-waktu, maka aku tidak bisa maksimal membantunya. JELEDERR...impian dan khayal yang sudah ada di angan-angan, seketika langsung sirna. Tapi, aku bisa maklum dan paham atas alasan penolakan yang dia berikan. Kendati sempat seharian penuh bengong di rumah dengan hati diliputi kekecewaan, akhirnya aku mencoba untuk bangkit lagi. CHIN UP! aku ingat ekspresi tersohor Mourinho kepada supporter Chelsea, saat timnya ditumbangkan Liverpool secara tragis di semi final Liga Champions 2005. Tegakkan dagumu, tatap hari esok dengan lebih optimis, begitu pesan teatrikal Mourinho yang coba aku terapkan.

Selang 2 minggu kemudian, ketegaran itu berbuah. Tak lama setelah Gaizka lahir, aku dipanggil oleh 2 pembimbing thesisku. Mereka menanyakan jadwalku kepulangan dan rencanaku ke depan. Salah satu inti diskusi kami adalah, bahwa mereka meminta aku untuk menambah data observasi thesisku, dari 500 perusahaan menjadi 1000 perusahaan. Ini demi penyusunan thesisku ke tahap research paper yang lebih baik. Sebagai kompensasi, mereka memperkerjakan aku sebagai RA di Monash. Jelas saja aku senang, kendati budget-nya tidak sebesar pekerjaan RA yang sebelumnya, tapi paling tidak aku bisa punya kesempatan untuk mendapatkan uang, mendapatkan pengalaman sebagai RA di kampus dan tentunya membuka kesempatan thesisku untuk jadi research paper yang berkualitas. Akhh..selalu ada cuaca cerah di balik mendungnya awan!

Tak sampai disitu. Musim ujian yang sedang berlangsung juga memberikan berkah tersendiri. Beberapa mahasiswa yang dulu aku tutorin, kembali meminta bantuanku untuk membimbing mereka menghadapi ujian. Well, lumayanlah, paling tidak ada 4-5 jam waktu yang bisa aku manfaatkan untuk dapat uang tambahan, hehehe. Tapi ada yang buatku prihatin juga. Ada mahasiswaku yang ujiannya gagal (failed), tapi dia masih aja minta aku buat mengajari dia lagi. Wah, aku kan jadi gak enak hati, karena terkesan aku tidak berhasil membimbing dia belajar. Tapi kalo dia mau kembali lagi ke aku, paling tidak dia merasa bahwa aku bukan menjadi faktor kegagalannya, hehehe. Semoga.

Tuesday, November 06, 2007

Junior

Gimana rasanya jadi seorang bapak? itu pertanyaan yang belakangan sering mampir, sesaat setelah si kecil lahir. Hmm..pertanyaan yang sulit-sulit gampang buat dijawab. Yang pasti ada yang berubah. Kalo tadinya mikirin diri sendiri atau istri, sekarang juga sudah kepikiran si kecil. Jadinya yang dikangenin menjadi tambah banyak hehehe. Kalo dulu suka slebor dan gak perhitungan, sekarang jadi lebih bijak dan hati2, secara udah ada si kecil yang menanti di rumah. Pendek kata, jadi bijak dalam bertindak.

Pertanyaan menarik lainnya juga ditanyakan ke diriku: apa yang aku lakukan waktu istriku di rumah sakit? secara, aku gak bisa menemaninya. Yang pasti sih berdoa. Gak lupa juga minta doa ke teman2 terdekatku. Banyak saran yang mereka kasih, antara lain: shalat hajat, baca surat Yusuf/Maryam dan membaca surat Al Insyiraah. Semua saran tadi aku lakukan semua. Lumayan bisa membunuh sedikit kekhawatiran dan kepanikan, sembari menunggu sms dari tanah air.

Terakhir, ucapan terima kasih juga kami sampaikan buat teman-teman yang selalu memberikan dukungan moral dan doa. Berbagai cobaan dan kesulitan yang ada, menjadi terasa mudah, saat banyak teman2 yang bersedia mengulurkan tangan atau memanjatkan sepucuk doa. Oya, ini ada beberapa sms ucapan selamat dari beberapa teman yang membuatku terkesan ataupun senyum2, ini antara lain isi smsnya:
"Woi baby G dah lahir yak. Selamat boss! Insya Allah jd anak yg sholeh, baik, sehat, pinter dan jadi pembaharu Indonesia, hohohooh" (Surip kampung).
"Selamat pak Gatot..Buat kelahiran gatot kecilnya. Moga2 bs jadi pemain bola yg lebih handal drpd bapaknya :p" (Jaya EY).

"Alhamdulillah, selamat ya for both of u. Semoga ia akan membawa byk kbaikan&berkah utk keluarga&byk orang. Btw, di hari yang sama gue jg dilahirkan 30 tahun yang lalu :p" (Santi UNICEF).
"Alhamdulillah, Selamat. Bertepatan dengan Sumpah Pemuda! (Budi Yogya).

Monday, October 29, 2007

It's a boy!

Just happy to tell you all that a lovable addition to our family has finally arrived on Sunday morning, 28 October, 2007 in RSIA Hermina Depok. He weighed 3100 grams and was 48 centimeters tall. Interestingly enough, he was born in the same date of Youth Oath Day (Sumpah Pemuda). Therefore, we hope that he grows with the same passion and expectation of the youth at that time.

We agree to name him GAIZKA ANANTASENA. Words can’t express how happy we are over the new addition to our family! Welcome to this world, baby boy!

*Ira & Gatot*

Friday, October 05, 2007

T3: Antara Butuh dan Ingin

Hari itu rasanya beda aja. Kok tiba-tiba pengen mbongkar2 laci tempat beragam barang2 elektronikku tersimpan. Bermacam2 barang ada di situ. Mulai dari kamera digital usang yang sudah rusak - tapi masih kusimpan, beragam CD installer, card reader, batu baterai, portable keyboard dan.........apa itu? kok rasanya kenal. Uggh..ternyata PDA Palm Tungsten T3-ku! busett...ternyata aku bawa ke Oz yah? kirain tertinggal entah di mana. Terkejut? jelass. Secara barang ini sangat legendaris banget.

Begini ceritanya. Gadget ini aku beli 3 tahun yang lalu. Zaman masih 'berguru' pada Safir Senduk. Waktu itu, barang ini termasuk produk terbaru dari Palm. Harganya 2.5 juta plus tambahan memory card, jadi 2.8 juta. Terus biar lebih oke, aku juga beli portable keyboard-nya, biar bisa dipake ngetik, maksudnya.Total jendral, aku harus mengeluarkan uang sekitar 3.5 jutaan dari kocekku buat melengkapi barang ini.

Gadget ini lumayan oke loh. Berbagai macam fasilitas MS-Office ada di sana, PDF reader juga ada, entertaiment tools-nya juga lengkap, termasuk Realone player, Kinoma (buat puter film) dan bisa memuat banyak games yang seru. Tak lupa juga tersedia fasilitas organizer dan reminder yang lengkap banget. Sayangnya, barang ini tidak punya Wi-fi connector dan koneksi telefon. Jadinya, pure PDA.

Terus apa hubungannya T3 ini dengan masalah kebutuhan vs keinginan? Ehemm...dulu tuh sebenarnya aku gak butuh2 amat dengan barang ini, tapi karena melihat fasilitas2 yang ditawarkan T3 ini plus melihat si Safir asik memainkan barang mahal tsb, akhirnya aku jadi kepengen juga. Walhasil, aku ikutan beli gadget ini juga. Nah, di sinilah pertentangan antara butuh dan ingin itu terjadi. Namanya cuma kepengen, hebohnya di awal2 doang. Akhirnya, setelah 2-3 bulan, aku jadi bosen dan merasa gak terlalu butuh lagi ama barang ini. Sebabnya, ukurannya terlalu besar untuk masuk kantong plus ketiadaan koneksi telefon, membuat aku harus gembol 2 barang bersamaan, HP dan PDA ini. C spasi D....capek dehhhhhhh

Sekarang, setelah 3 tahun berlalu. Ternyata excitement yang dulu pernah ada muncul kembali. Kali ini bukan hanya ingin dan butuh, tapi juga penasaran. Maklum, semakin berumur (baca: bertambah dewasa), makin banyak yang diurus, diingat dan dicatet. Jadinya, PDA ini sangat berguna buat merekam berbagai catatan aktivitas harianku. Gak kuno tuh PDA? kuno sih enggak, tapi yang pasti udah gak up to date. Tapi bukan berarti aku gak bisa memanfaatkannya. Tokh, ada Mr. Google yang bisa membantuku melengkapi beragam software tambahan di PDA ini, heheh. Sesuatu yang 3 tahun lalu, gak aku ketahui. Tambahan lagi, sekarang ada Wi-fi SD Card, yang bisa ditancepkan di PDA ini, untuk kemudian digunakan untuk berkoneksi internet secara wireless. Singkatnya, dengan pengetahuan dan kebutuhanku yang sekarang, PDA ini jadi jauh lebih terasa bermanfaat. Dan ini terjadi setelah 3 tahun berlalu lohh...^^

Pesan moral cerita ini (ceilleeeeeee), sebelum teman2 membelanjakan uang, selalu ungkapkan pertanyaan ini terlebih dahulu: hmmm..sebenarnya ini kebutuhan atau keinginan yah? Waspadalah...waspadalah.......Hehehe.

Tuesday, September 11, 2007

Ramadhan Sendiri (Lagi)

Wah, tak terasa sudah memasuki bulan Ramadhan lagi. Tak terasa pula, ini Ramadhan kedua di negeri orang sekaligus Ramadhan kedua dengan berstatus suami, hehehe. Sayangnya, untuk kedua kalinya pula, Ramadhan kali ini aku bakal sendirian. Jauh dari istri, keluarga dan kehebohan puasa seperti di tanah air. Tapi gak masalah, seperti kata Phil Jackson "...for every dreams there is a sacrifice", setiap gapaian mimpi, selalu ada pengorbanan yang harus dibayar.

Ramadhan di Australia, jelas gak seheboh di tanah air. Coles atau Safeway tidak mendadak ramai diserbu orang yang berbelanja untuk kebutuhan puasa. Di channel 7, 9 dan 10 juga tidak ada acara-acara berbau Ramadhan. Di jalan-jalan juga sepi-sepi saja, tidak spanduk-spanduk ucapan selamat berpuasa. Dan yang pasti, harga-harga sembako gak ikutan naik, hehehe.

Yang sedikit heboh tentunya adalah komunitas muslim yang ada di Melbourne. Berbagai rangkaian acara sudah disiapkan, antara lain pesantren kilat, kajian rutin menjelang berbuka puasa, buka puasa dan tarawih bareng, persiapan Syawalan sampai pengumpulan zakat fitrah. Meriah deh pokoknya. Oya, satu hal yang pasti, waktu Ramadhan kali ini jatuh di musim semi, sehingga waktu puasanya relatif 'normal'. Subuh sekitar pukul 4.30an sementara Maghrib sekitar pukul 6.20an. Bayangkan dengan musim panas yang mana Maghrib-nya bisa sampai pukul 9 malam.

Akhirnya, Gatot sekeluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesabaran oleh ALLAH SWT dalam menjalaninya sehingga kita dapat mencapai derajat TAQWA, aamiin ya robbal alamin.

Friday, August 24, 2007

Hijrah

Hanya bilik bambu tempat tinggal kita
Tanpa hiasan tanpa lukisan
Beratap jerami beralaskan tanah
Namun semua ini punya kita
Memang semua ini milik kita sendiri

Hanya alang-alang pagar rumah kita
Tanpa anyelir tanpa melati
Hanya bunga bakung tumbuh di halaman
Namun semua itu punya kita
Memang semua itu milik kita

Haruskah kita beranjak ke kota
Yang penuh dengan tanya

Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada di sini
Rumah kita

Rumah Kita by Ian Antono / Theodore KS
------------
Selamat pindahan ya Hun! Maaf gak bisa bantuin. Semoga semuanya lancar. Insya Allah.

Monday, August 13, 2007

Doa untuk Gilang

Hampir seminggu sudah, adikku Gilang, terbaring di rumah sakit. Kecelakaan motor sepulang ia bersekolah, menjadi penyebabnya. Ia mengalami trauma di kepala cukup parah, yang membuat ia sempat tak sadarkan diri selama 2 hari. Alhamdulillah, hasil CT-scan memastikan bahwa ia tidak mengalami pendarahan di otak, sehingga tidak diperlukan proses operasi lebih lanjut. Namun demikian, ingatannya belum sepenuhnya pulih. Ia masih kerap nyanyi-nyanyi tidak karuan, salah satunya lagu 'Hari Kemerdekaan' - mungkin untuk menunjukkan seberapa patriotiknya dia terhadap bangsanya. Lain dari itu, ia kerap marah-marah sendiri - terutama terhadap mbak Okie dan Bapak - yang notabene keduanya memang musuh bebuyutan Gilang.

Dalam kondisi jauh dari rumah, tentu bukan hal yang mudah bagiku untuk membantu meringankan beban keluargaku. Tapi aku berusaha keras menghibur dan menguatkan hati keluarga, terutama Bapak dan Ibu, karena bagaimanapun juga, musibah merupakan bagian dari perjalanan hidup, jadi harus kita hadapi dengan lapang dada. "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan", janji Allah di surat Al-Insyirah. Untuk itu kami harus selalu optimis dan sabar dalam menghadapi ini semua. Cepat sembuh Gilang, biar kelak kita bisa bercanda tawa kembali.

Thursday, July 19, 2007

Kecoa Ibukota

Apa yang Anda lakukan jika Anda memiliki 2 pilihan yang tidak berimbang? Yang satu hampir pasti dan yang satu lagi hampir tidak pasti? Jawaban yang logis adalah mencoba berjuang untuk sesuatu yang hampir pasti bukan? Hal itulah yang coba aku lakukan saat ini yaitu menikmati kota Jakarta dengan segenap manis pahit ceritanya. Jika mau diurai, banyak sekali memang cerita pahit kota metropolitan kebanggaan rakyat Indonesia ini. Namun mengurai kepahitan jelas tidak akan membantu kita berjuang mengarungi medan laga. Lebih baik kita mengurai cerita-cerita manis tinggal di kota yang dulunya bernama Batavia ini:
1) Tinggal di Jakarta jelas melatih kesabaran. Kemacetan yang mengular membuat kita sering mengelus dada dan beristigfar. Ini bagus untuk latihan mengontrol emosi jiwa.
2) Menggunakan transportasi publik di Jakarta, dapat membuat tubuh semakin fit. Bagaimana tidak? Jika memilih naik Busway Transjakarta, misalnya: kita harus naik turun jembatan penyeberangan yang luar biasa panjangnya itu guna menggapi loket. Tidak sampai di situ, tangan dan kaki kita semakin terlatih kuat, sebab kita akan bergelantungan dan berdiri di dalam bus, karena bus dipastikan sesak akan penumpang.
3) Hidup di Jakarta membuat insting kewaspadaan kita selalu tajam. Jika naik taksi, sudah default-nya jika kita langsung meningkatkan kewaspadaan, bagasinya ada yang aneh gak?, tanda pengenal supir persis sama gak dengan supirnya? Berapa nomor taksinya? Tindak tanduk supirnya mencurigakan gak? Belum lagi jika ada di perlintasan yang ramai atau naik metromini. Tas ditaruh di depan, dompet dan HP diletakkan di saku sebelah depan, plus selalu waspada jika ada penumpang bergerombol yang saling kenal di pintu metromini.
4) Maraknya aksi kejahatan yang bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, juga membuat kita lebih religius. Rajin berdoa, berpasrah diri dan selalu mengambil hikmah atas segala hal yang terjadi.
5) Ringan dalam bersedekah. Gimana enggak? Di setiap sudut jalan, jembatan penyeberangan dan tempat makan, sangat banyak peminta-peminta dan anak jalanan yang mengemis. Jika ada sedikit rejeki, gak perlu susah-susah cari tempat bersedekah, cukup siapkan uang recehan, beres…

Jadi, seperti lagunya Koes Plus deh…”ke Jakarta aku kan kembali….uouououo…”

Saturday, June 16, 2007

Fight until the finish line!

Judul di atas diambil dari welcome note di telefon genggamku. Pesan kecil tersebut ditulis oleh 'mantan pacarku' sebagai pengingat agar aku tidak pernah lelah dalam menyelesakan studiku di sini. Tulisan kecil itu terasa benar maknanya dalam kurun waktu 2 minggu terakhir ini. Pasca penyelesaian proposal dan presentasi riset, aku masih harus menyelesaikan diskusi mengenai model empiris, jenis data serta sampel terbatas data risetku. Tambahan lagi, 2 ujian masih menanti, dengan satu materi pun belum aku baca. Kondisi makin parah lagi, karena pergantian cuaca yang begitu cepat - dari hangat menjadi dingin banget di sini, membuat tubuhku jadi rentan terhadap penyakit - antara lain flu dan demam. Walhasil, di tengah gigilan dingin dan demam yang mendera - aku berusaha untuk menyelesaikan hal-hal di atas.

Sekarang, aku punya waktu bersih 4 hari untuk belajar demi ujian. Bukan waktu yang ideal memang, tapi aku gak punya pilihan. Untuk 2 ujian ini, aku gak punya masalah dengan motivasi. Motivasiku jelas, yaitu 'balas dendam' - setelah nilaiku di tugas-tugas 2 mata kuliah tersebut bisa dikatakan 'jeblok'. Perlu kerja keras memang, tapi aku rileks - sepanjang aku siap - semuanya akan baik2 saja, hehehe. Mohon doanya ya teman2!

Terakhir, aku juga mau ngucapin selamat berjuang buat 'mantan pacar' yang akan presentasi nun jauh di belahan bumi yang lain (Kericho, Kenya). Kita sama-sama berusaha yah - seperti isi pesanmu- fight until the finish line!

Wednesday, June 06, 2007

Tram Tracker


Sebagai pengguna setia jasa transportasi publik kota Melben, hal yang paling Saya benci adalah menunggu tibanya tram/train/bus tanpa tahu berapa lama moda transportasi publik tersebut datang 'menjemput'. Hal ini ternyata dimengerti benar oleh pengelola jasa tranportasi publik di Melben. Untuk train, saat ini para penumpangnya bisa mendapatkan informasi tepat waktu mengenai jadwal keberangkatan train di stasiun dan jalur tertentu. Yang dibutuhkan hanya telefon genggam bersama pulsa, informasi stasiun dan jalur yang kita tuju. Dengan informasi ini, kita bisa menghindari kemungkinan menggigil kedinginan di stasiun - karena terlalu lama menunggu train.

Untuk tram - moda transportasi lingkar dalam kota Melben - para pengguna jasanya, saat ini bisa mendapatkan informasi serupa. Cukup bermodal pulsa, kita bisa mendapatkan informasi tepat waktu mengenai berapa lama tram yang kita tunggu akan tiba. Iklan mengenai informasi tram tracker ini bisa dilihat bersama fotoku di sebelah. Lucu ya iklannya, hehehe. Semoga Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia bisa lekas memperbaiki sarana transportasi publiknya, agar kualitas kehidupan kita bisa lebih nyaman.

Foto: numpang jepret mbak Debbie, soalnya doi udah mulai sibuk berfoto2 kenangan dengan Melben - bentar lagi diusir AusAid soale.

Monday, June 04, 2007

Antara Caulfield - Clayton


Serius amat sih? foto di sebelah diambil saat aku sedang dalam perjalanan di bus kampus menuju Clayton, untuk kuliah proposal riset. Yang mengambil fotonya adalah Nguyen - anak VT seangkatanku yang sama-sama ambil mata kuliah riset semester ini. Di foto itu, aku lagi membaca sebuah artikel jurnal tentang 'Ohlson Model', daripada ngantuk atau ngelamun di bus, lebih baik baca-baca, heheh..sok rajin banget gak sih?
Perjalanan ke kampus Clayton sendiri membutuhkan waktu sekitar 20 menit, dengan biaya $2 sekali pergi. Busnya lumayan nyaman dengan supir yang rata-rata sangat ramah. Akh, jadi inget zaman kuliah waktu S-1 dulu, di mana aku sering naik bus Aspada atau Damri nomor 15 dan 12 di Yogya^^.

Sunday, April 22, 2007

Come on!

Champions aren't made in gyms. Champions are made from something they have deep inside them: A desire, a dream, a vision. They have to have last-minute stamina, they have to be a little faster, they have to have the skill and the will. But the will must be stronger than the skill.
(Muhammad Ali, Unsourced, Wikiquote)

Thursday, March 29, 2007

Internet Junky

Berikut ini ciri2 internet junky:
1. Tak lagi tertarik nonton mini seri di televisi, kan sudah ada www.alluc.org!. Contoh: Heroes, Ugly Betty, Prison Break, Lost, 24 bisa dipantengin langsung, dengan episode yang 2-5x lebih cepat dibanding di TV lokal.
2. Males lihat film di bioskop, toh via www.alluc.org di atas, aku bakal di-redirect ke situs2 video upload yang memuat film2 terbaru (dan juga film2 yang lama2). Contoh: Rocky Balboa, The Pursuit of Happiness, Wild Hogs ampe 300. Cuma harus cepet2an sebab kalo gak video2 tersebut sudah keburu dihapus oleh admin situs upload video tsb.
3. Kalo kehilangan atau lupa naruh pena, buku, bumbu masak dan baju, pengennya segera langsung cari barang yang hilang tsb di www.google.com
4. Ogah begadang lihat sepakbola di tempat teman yang punya Fox Sport Channel, kan sekarang bisa lihat skor pertandingan di www.livescore.com dan highlights pertandingannya di www.footytube.com atau www.dailymotion.com/footballheaven.
5. Males main game2 sepakbola sendirian (kayak FM or CM), kan bisa langsung adu strategi bareng ama orang2 lain di seluruh dunia via www.hattrick.org dan www.freekick.org.
6. Gak perlu beli koran apalagi majalah, kan ada www.detik.com dan www.theage.com.au.
7. Gak lagi kangen atau ketinggalan jaman ama musik2 manca dan Indonesia. Kan bisa dilihat dan didenger di www.youtube.com. Kalo pengen donlot lagu, pake aja software limewire di www.limewire.com, bebas dari virusss!
8. Kalo stress ujian atau ngerjain assignment, gak perlu banting2 pintu atau ngabisin waktu buat jalan2 muterin mall. Kan bisa lihat 'Empat Mata' nya si Tukul di http://www.youtube.com/profile?user=barrock81. Ngakak abisss!
9. Bisa ketemu ama temen2 di segala penjuru dunia via www.friendster.com dan www.yahoomail.com tentunya. Sooo powerfull!!
10. Bisa lebih ngirit biaya telfon internasional. Kan bisa tele2 via yahoomessenger atau skype. Heheeheh. Tinggal beli headphone with mic, beress deh.
11. Gak butuh nulis segala uneg2 di kepala dan segala ide2 yang sok brilian di secarik kertas. Kan ada www.blogger.com, hehehe.
12. Gak butuh beli Ensiklopedia Britanica atau RPUL misalnya, kan sekarang ada www.wikipedia.com! Lebih dari 1 juta artikel termuat di situ!!
13. And the lists will go on and on and on...........^^