Friday, September 24, 2004

Sebuah Harapan Untuk Presiden Baru..
Jangan Ciptakan Mesin Kekerasan, Susuri Labirin Korupsi dan Stop Penindasan…

Sori baru posting sekarang, telat soalnya, setting blog-nya ngadat..
daripada dibuang, lebih baik tetap di-posting aja..

Walaupun hasil perhitungan resmi KPU belum kelar, namun Presiden baru Indonesia versi Quick Count, SBY tampaknya tidak akan terbendung lagi untuk tampil menjadi pemenang. Meskipun, Pilpres II kemarin, saya memilih untuk menjadi golput yang bertanggung-jawab (datang ke TPS tapi nyoblos dua2nya, hehehe), namun…saya menyambut dengan legawa siapapun pemenang dari pemilu tersebut. Maka kalo kemudian SBY yang menjadi persiden, saya tetap menaruh harapan yang tinggi untuknya. Sebuah harapan yang mungkin menjadi harapan bagi semua anak bangsa.
  1. Jangan Ciptakan Mesin Kekerasan

Sejarah panjang kekerasan bangsa ini sudah sangat mengental. Mulai dari zaman Ken Arok, Majapahit, Perang Kemerdekaan, Pemberontakan PKI sampai dengan DOM dan terror bom. Untuk itu, wahai SBY, janganlah ciptakan mesin-mesin kekerasan baru di tanah air ini. Saya harus khawatir, karena memang SBY adalah seorang jendral militer. Mimpi buruk akan kekerasan dan intimidasi, masihlah membekas di benak kita. Bagaimana orang tua kehilangan anaknya, istri kehilangan suaminya, anak kehilangan bapaknya, sampai sahabat kehilangan rekan seperjuangannya.

Apa pun alasannya, kekerasan bukanlah cara-cara yang demokratis dalam menyelesaikan segala permasalahan. Bangsa ini sudah bosan dengan tradisi kekerasan dan penyiksaan. Jadi Bapak SBY, tolong selesaikan segala masalah dengan kepala dingin, hati tenang dan tangan terbuka. Bukan dengan kepala panas, mata merah dan tangan terkepal…

Kekerasan adalah lambang kemunduran akal sehat..

  1. Jangan Perparah Labirin Korupsi..

Ada sebuah pameo menarik..

<>Kalo zaman Suharto, sogok menyogok bisa di bawah meja…
Maka zaman Gus Dur, sogok menyogok bisa di atas meja…

Sementara di zaman rezim Megawati….

Sogok menyogok tidak cukup, karena mejanya juga kalo perlu bisa ikut ambil…
Kita semua paham, korupsi sudah menjadi bagian dari budaya kita. Korupsi adalah suatu permakluman dan kewajaran. Tapi bukan itu masalahnya….
Masalahnya adalah etika dan ketegaan kita dalam melakukannya.

Masalahnya karena kita tidak takut siapa-siapa..

Untuk itu, urailah, labirin korupsi tersebut dengan segala upaya dan komitmen. Saya yakin Pak SBY lebih jago dalam hal strategi pemberantasannya.
Jadi pak, tunggu apa lagi, mari kita selusuri labirin korupsi ini…
Kita buktikan, bahwa kita bangsa yang jujur dan tegak akan keyakinan yang ada..

  1. Stop Penindasan
Berpihaklah pada rakyat kecil, wahai presiden pilihan rakyat…
Jangan engkau tindas dan injak kami yang mencari sesuap nasi..

Lelah rasanya, jika kita melihat TV, yang berisi tangis isak orang digusur..teriakan frustrasi orang yang kelaparan dan jeritan pasrah orang yang tak memiliki pekerjaan.

Jika sudah begitu, janganlah tindas orang-orang kecil tersebut. Tuntunlah mereka ke dunia penuh pengharapan..berilah mereka asa untuk tetap bertahan nafas. Penindasan adalah kesewenanga-wenangan. Dan rakyat Indonesia, memilih SBY bukan untuk menindas apalagi berbuat sewenang-wenanga.

Sekali lagi,

Selamat bekerja Bapak SBY…

No comments: