Tuesday, June 20, 2006

Dari Soccerwhos? menjadi Socceroos!!

Note: Tulisan ini aku kirim ke detik.com, tapi gak dimuat, hehhe. Mungkin masih perlu perbaikan, tp at least aku punya rekaman cerita untuk mengabadikan momen seru ini. Cheers!
***
Lolosnya Australia ke putaran final Piala Dunia 2006 setelah menumbangkan Urugay di babak play-off, memberikan kegembiraan tersendiri bagi para gila bola di negara benua ini. Hal tersebut bisa dimaklumi karena ini dalah keikutsertaan mereka yang pertama setelah ‘puasa’ selama 32 tahun, di mana terakhir, Australia berlaga di Piala Dunia 1974 yang secara kebetulan juga di selenggarakan Jerman. Namun demikian, sambutan publik Australia secara umum, tidak seantusias sambutan publik kontestan final Piala Dunia lainnya.

Sambutan datar tersebut agaknya bisa dimaklumi, karena di Australia, sepakbola bukanlah olah raga yang populer, jauh tertinggal dibandingkan dengan Australian Football (atau Footy) dan Cricket. Sebutannya pun ‘hanya’ soccer dan bukanlah football karena memang orang Australia hanya kenal Footy yang mereka anggap football sesungguhnya. Hal ini membuat Australia sebagai negara ketiga di bumi ini yang menyebut sepakbola dengan soccer selain Amerika Serikat dan Selandia Baru.

Ketidaktenaran plus keraguan akan kemampuan tim sepakbola Australia, yang dijuluki Socceroos tersebut, dengan sangat tepat digambarkan oleh sebuah iklan Nike yang akhir-akhir ini sering diputar di stasiun televisi SBS-televisi resmi Piala Dunia 2006. Iklan Nike tersebut yang notabene adalah sponsor timnas Australia- menggambarkan seorang kakek yang berkomentar bahwa Australia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Brasil dan tim-tim papan atas lainnya. Dengan lantang ia mengatakan bahwa Australia bisanya hanya mampu mengalahkan negara-negara kecil macam Solomon Island dan Samoa Barat. Selanjutnya di iklan tersebut, si kakek juga mengatakan, bahwa mereka lebih pantas disebut The Soccerwho dibandingkan The Socceroos-untuk sebuah ironi tentang kemampuan pas-pasan mereka bermain sepakbola. Iklan ditutup dengan tulisan ‘History against Us’. Saat ini iklan tersebut sangat populer dan bahkan dijadikan pemacu semangat bagi Hery Kewell dan kawan-kawan untuk menjawab ‘ejekan’ tersebut sekaligus mematahkan sejarah buruk mereka di Piala Dunia.

****
Australia yang berada satu di grup F, melakoni pertandingan pertama-nya melawan juara Asia, Jepang. Di Melbourne sendiri, para gila bola memusatkan fokusnya di Federation Square, tempat biasa berkumpul para Melburnians jika ada event-event tertentu. Di sana sudah ada pesawat televisi raksasa yang akan menyiarkan langsung pertandingan the Socceroos melawan The Blue Samurai. Dua jam sebelum kick-off pukul 11 waktu setempat, para supporter tim Australia sudah mulai berkumpul untuk bersiap menyaksikan pertandingan yang sudah lama ditunggu-tunggu itu. Para supporter rara-rata mengenakan kaus kuning plus bendera biru Australia di bahu mereka yang dibiarkan menjuntai ala Superman.

Suasana makin hangat saat pertandingan akan segera dimulai. Teriakan-teriakan para supporter makin menggema saat giant TV Federation Square menayangkan gambar para pemain Australia mulai masuk ke lapangan. Suasana riuh-rendah para supporter berganti dengan koor massal, saat lagu kebangsaan Australia mulai dinyanyikan. Suasana menjadi tambah hangar binger saat kick-off, kibaran bendera dan teriakan para fans Australia menggema di mana-mana.

Akan tetapi, suasana berubah menjadi sepi dan frustrasi setengah jam kemudian, saat Australa tertinggal 1-0 lewat gol Nakamura. Setelah lama membisu, teriakan langsung meledak dan meggila saat Tim Cahill memecah kebuntuan dengan menjebol gawang Jepang disusul dua kali, disusul gol penutup dari John Aloisi. Ya, Australia menumbangkan Jepang, si juara Asia dengan dramatis, tiga gol di 6 menit terakhir!! Tak heran saat peluit panjang dibunyikan, para supporter tadi langsung bernyanyi-nyanyi gembira, mengelu-elukan Tim Cahill dan Socceroos. Now, we’ve showed the world that Aussies can play soccer!!…begitu salah satu teriakan mereka.

Gol Tim Cahill adalah gol pertama Australia di Piala Dunia sepanjang sejarah 2 kali keikutsertaan mereka. Begitupun dengan kemenangan yang mereka raih. Dengan menumbangkan Jepang dan mengemas tiga poin, maka Australia memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh. Dan apabila hal tersebut terjadi, maka patahlah ejekan si Kakek di iklan Nike, dan mungkin mengubah mereka dari tim yang diragukan kemampuannya alias ‘The Soccerwho? menjadi The Socceroos!! Yang siap membuat kejutan di pentas Piala Dunia 2006. Masih terlalu dini memang, tapi at least Mark Viduka dan kawan-kawan telah membuktikan bahwa sepakbola juga bisa menjadi headline surat kabar lokal.

Udara bertambah dingin dan jam sudah menunjukkan pukul 01.30 pagi, Saya pun kemudian bergegas pulang, sambil membawa sebuah pertanyaan klise tentang tim ‘Merah Putih’, kapan kita bermain di Piala Dunia?

***

No comments: